Beranda / MotoGP / Fabio Quartararo Tetap Bersyukur Meski Akan Tinggalkan Yamaha

Fabio Quartararo Tetap Bersyukur Meski Akan Tinggalkan Yamaha

Fabio Quartararo Yamaha di garasi tim Monster Energy Yamaha MotoGP

Fabio Quartararo menegaskan bahwa dirinya tetap bersyukur kepada Yamaha meski kecewa dengan performa motor V4 terbaru. Hubungan panjang mereka dinilai tidak akan rusak hanya karena beberapa musim terakhir mengalami masa sulit.

Fabio Quartararo dan Akhir Cerita Panjang Bersama Yamaha

Fabio Quartararo menjadi salah satu cerita besar menuju MotoGP 2027 setelah sang juara dunia 2021 dikabarkan akan mengakhiri kebersamaannya dengan Yamaha. Meski kecewa dengan progres motor V4, Quartararo menegaskan bahwa dirinya tetap bersyukur atas semua pencapaian bersama Yamaha.

Quartararo menegaskan bahwa jebloknya performa motor baru Yamaha bermesin V4 musim ini tidak akan merusak cerita manis yang telah ia ukir bersama pabrikan asal Jepang tersebut.

Pembalap asal Prancis ini telah menghabiskan seluruh karier MotoGP-nya bersama Yamaha. Ia langsung tampil kompetitif sejak debutnya bersama tim satelit Petronas SRT pada tahun 2019.

Quartararo kemudian meraih kemenangan perdananya di kelas MotoGP pada tahun berikutnya, sebelum akhirnya menggantikan posisi Valentino Rossi di tim pabrikan pada 2021, ketika ia langsung sukses meraih gelar juara dunia.

Namun, keran kemenangan mulai tersumbat sejak paruh kedua musim 2022. Meskipun tetap menjadi pembalap andalan utama Yamaha, Quartararo tercatat hanya mampu meraih podium 4 kali dalam Grand Prix sejak awal musim 2023.


Proyek Motor V4 Yamaha yang Mengecewakan

Fabio Quartararo Yamaha saat mengendarai motor Monster Energy Yamaha MotoGP
Quartararo mengaku tetap bersyukur kepada Yamaha meski kecewa dengan progres motor V4 terbaru.

Ekspektasi sempat membubung tinggi ketika Yamaha mengumumkan proyek motor baru mereka yang ditenagai mesin V4, yang pertama kali dijajal oleh Quartararo pada September tahun lalu.

Sayangnya, Quartararo secara terbuka mengungkapkan frustrasinya atas progres motor yang lambat. Kondisi ini pula yang disinyalir kuat membuatnya mantap menandatangani kontrak dengan Honda untuk musim 2027, bahkan sebelum musim ini dimulai.

Meski sempat membawa motor V4 tersebut meraih hasil terbaiknya lewat finis enam besar berturut-turut di Le Mans dan Catalunya, Quartararo justru harus pulang dengan tangan hampa, tanpa poin sama sekali, dari seri Mugello sebelum akhirnya tiba di Hungaria.

“Saya tidak senang dengan cara kami mengembangkan motor ini. Rasanya masih sama saja seperti bulan September 2025 lalu,” keluh Quartararo. “Dari motor prototipe pertama hingga sekarang, saya berharap kami bisa melangkah jauh ke depan, tapi nyatanya posisi kami masih jalan di tempat,” ungkap Quartararo, dilansir dari Crash.

Quartararo kemudian membeberkan daftar panjang kelemahan motornya: “Masalah grip (daya cengkeram). Lalu, kemampuan menikung, top speed, akselerasi, hingga aerodinamika…”

El Diablo juga menambahkan bahwa dirinya belum melihat adanya pergerakan atau respons yang konkret dari pihak Yamaha.

“Lagipula, kita sudah agak terlambat memulai proyek V4 ini. Dan jika saya berada di posisi mereka, tentu saja mereka juga harus mulai mempersiapkan [motor 850 cc] untuk regulasi tahun depan,” tambahnya. “Jadi, saya rasa kita tidak akan melihat perubahan besar untuk sisa musim ini.”


“Saya Akan Selalu Berterima Kasih”

Melihat situasi yang cukup suram ini, muncul pertanyaan: apakah sisa musim ini berisiko ‘merusak’ akhir dari lembaran kisah antara Quartararo dan Yamaha?

“Ya, pada akhirnya, situasi dalam beberapa tahun terakhir memang sudah seperti ini,” jawab Quartararo santai. “Jadi saya tidak berpikir hal ini akan merusak cerita kami, karena saya akan selalu… berterima kasih. Saya akan selalu bersyukur kepada Yamaha atas semua yang telah kami capai bersama.”

“Tentu saja, dua tahun terakhir bukan momen terbaik yang kami lewati bersama. Tapi saya rasa dalam enam bulan ke depan tidak akan mengubah hubungan baik kami.”

“Ini hanya akan menjadi [enam bulan] yang terasa panjang, tapi tidak akan mengubah hubungan kami.”

Meskipun sebagian besar kontrak pembalap MotoGP untuk musim 2027 belum diumumkan secara resmi, kursi yang ditinggalkan Quartararo di Yamaha santer dikabarkan akan ditempati oleh mantan juara dunia lainnya, Jorge Martin.

Keterpurukan Quartararo pun berlanjut di GP Hungaria. Ia gagal membawa pulang poin setelah terpaksa menyudahi balapan lebih awal akibat menerima dua penalti long lap karena memotong tikungan chicane, imbas dari perjuangannya mengendalikan masalah grip roda belakang yang sangat parah.

Sumber: MotoGP.com Foto: Gold and Goose

Pantau terus Klasemen MotoGP 2026

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *