Marc Marquez resmi mencatat kemenangan Grand Prix ke-100 setelah menang di MotoGP Hungaria. Ia kini berada di jajaran legenda bersama Giacomo Agostini dan Valentino Rossi.
Marc Marquez Masuk Klub 100 Kemenangan Grand Prix
Marc Marquez resmi mencatat kemenangan Grand Prix ke-100 dalam kariernya setelah memenangkan MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park. Pencapaian ini menempatkannya dalam daftar elit sejarah balap motor dunia, hanya di belakang Giacomo Agostini dan Valentino Rossi.
Kini, hanya ada dua nama legenda yang berada di atas Marquez dalam buku rekor sejarah, yaitu Giacomo Agostini (122 kemenangan) dan Valentino Rossi (115 kemenangan).
“Karier saya melewati banyak pasang surut, terutama sejak tahun 2020. Namun, menembus 100 kemenangan adalah angka yang luar biasa,” ungkap Marquez, dilansir dari Crash.
“Saya sekarang berada di antara atau sangat dekat dengan para legenda. Jadi, dalam karier ini, saya merasa pencapaian saya sudah melebihi apa yang saya harapkan.”
Baby Alien harus menunggu hingga musim ketiganya di kelas 125cc untuk bisa mencicipi kemenangan perdana di Grand Prix. Namun, ia berhasil menutup musim tersebut dengan torehan 10 kemenangan sekaligus mengunci gelar juara dunia pertamanya pada tahun 2010.
Tiga Kemenangan Paling Berkesan bagi Marc Marquez

Salah satu kemenangan paling ikonik Marquez sebelum naik ke kelas utama terjadi pada balapan Moto2 terakhirnya di Valencia pada tahun 2012. Saat itu, ia harus start dari posisi ke-33, alias posisi paling buncit, akibat terkena penalti.
Secara luar biasa, Marquez berhasil merangsek ke posisi 11 hanya pada lap pertama, hingga akhirnya merebut posisi terdepan saat balapan menyisakan tiga lap lagi.
Saat berbicara di Hungaria, Marquez mengategorikan kemenangan di Valencia tersebut sebagai momen terbaiknya di luar kelas MotoGP. Ia pun membagikan tiga besar kemenangan paling berharga sepanjang kariernya:
“Saya akan memilih Austin 2013, lalu Valencia 2012 saat start dari posisi terakhir, dan Thailand 2025,” ujar Marquez mengenai tiga kemenangan terbaiknya.
Balapan di Thailand 2025 menjadi momen debut manis Marquez yang langsung berbuah kemenangan bersama tim pabrikan Ducati. Sementara itu, Austin 2013 menjadi saksi bisu kemenangan pertamanya dari total 74 kemenangan di kelas premier (MotoGP).
“Kemenangan pertama di MotoGP yang diraih di Austin adalah kejutan besar, bisa menang hanya dalam balapan kedua saya di kelas MotoGP,” kenangnya.
“Kemarin adalah momen 16 tahun sejak kemenangan pertama saya di kejuaraan dunia, tetapi MotoGP tetaplah MotoGP. Bertarung melawan Pedrosa, Lorenzo, dan Valentino terasa sangat luar biasa.”
Bangkit dari Cedera dan Menatap Gelar Juara Dunia
Sang juara bertahan MotoGP ini juga memasukkan kemenangan terbarunya di Hungaria ke dalam jajaran lima kemenangan terpenting dalam hidupnya.
Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri masa penantian selama 266 hari sejak ia mengalami cedera bahu di Sirkuit Mandalika musim lalu, yang mengharuskannya menjalani operasi akibat kompresi saraf radial.
“Saya tentu sangat senang bisa kembali meraih kemenangan. Saya berharap ini menjadi momen comeback [dari cedera] yang terakhir!” guraunya. “Namun, saya tahu dan sadar bahwa proses kembalinya saya belum sepenuhnya selesai.”
“Hari ini kami menang, tetapi sirkuit ini memang sangat membantu saya karena didominasi oleh tikungan ke kiri. Kondisi fisik saya sebenarnya masih agak lemah dan saya cukup kesulitan. Saya hanya terus percaya, dan kami berhasil melakukannya lagi.”
“Kembali menang setelah cedera terakhir di Indonesia adalah hal yang berat dari sisi fisik, tetapi jauh lebih berat lagi dari sisi mental.”
Berkat kemenangan ganda (Sprint dan Main Race) di Balaton Park, posisi Marc Marquez kini melesat ke peringkat kelima dalam klasemen sementara Kejuaraan Dunia MotoGP.
Foto: MotoGP and Golden & Goose
Pantau terus Klasemen MotoGP 2026




