Alex Rins akan mengakhiri kariernya di balap motor setelah musim MotoGP 2026. Ia menolak dua tawaran WorldSBK demi proyek menarik yang masih dirahasiakan.
Alex Rins dipastikan akan meninggalkan MotoGP dan beralih ke balap roda empat pada 2027. Keputusan tersebut diumumkan menjelang Grand Prix San Marino, setelah Yamaha memastikan bahwa mereka tidak akan mempertahankannya untuk musim depan.
Meski belum mengungkapkan kejuaraan maupun tim yang akan dibelanya, pembalap asal Spanyol tersebut mengaku sangat antusias menyambut babak baru dalam karier profesionalnya.
“Saya tidak akan beralih ke Superbike tahun depan,” tegas Rins dalam wawancara yang dilansir Motorsport.
“Seperti yang saya sampaikan beberapa balapan lalu, saya memiliki proyek yang sangat bagus dan menarik. Saya belum bisa mengungkapkannya karena belum 100 persen rampung.”
Keputusan ini sekaligus mengakhiri perjalanan Rins selama sekitar 14 tahun di paddock Grand Prix, sejak memulai musim penuh pertamanya di Moto3 pada 2012.
“Ini pilihan yang sulit karena saya telah menghabiskan hampir seluruh hidup saya untuk kejuaraan ini, dengan banyak pertarungan, balapan, dan kemenangan,” ujarnya.
“Jadi, ya, saya akan berhenti dari balap roda dua.”
Tolak Dua Tawaran WorldSBK
Sebelum mengambil keputusan tersebut, Rins sempat dikaitkan dengan perpindahan ke WorldSBK. Ia bahkan mengakui sedang mencari motor yang kompetitif di kejuaraan tersebut setelah kehilangan kursinya di Yamaha.
Namun, Rins akhirnya memilih jalur yang berbeda. Ia mengungkapkan telah menerima dua tawaran dari tim WorldSBK, tetapi menolaknya.
“Saya memiliki dua pilihan di WorldSBK. Saya benar-benar ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka karena menunjukkan ketertarikan yang cukup besar kepada saya,” kata Rins.
“Tetapi saya menemukan hal lain yang jauh lebih memotivasi.”
Rins sebelumnya santer dikaitkan dengan kursi di GoEleven Ducati. Namun, identitas dua tim yang secara resmi memberikan tawaran kepadanya tidak diungkapkan.
Perjalanan Alex Rins di MotoGP

Rins tiba di MotoGP bersama Suzuki pada 2017 setelah menjadi runner-up di Moto3 dan Moto2. Bersama pabrikan Jepang tersebut, ia berkembang menjadi salah satu pembalap paling kompetitif di kelas utama.
Dari enam kemenangan MotoGP yang telah dikoleksinya, lima diraih bersama Suzuki. Salah satu musim terbaiknya terjadi pada 2020 ketika ia mengakhiri kejuaraan di posisi ketiga.
Setelah Suzuki meninggalkan MotoGP pada akhir 2022, Rins bergabung dengan LCR Honda. Kepindahan itu langsung membuahkan kemenangan di Grand Prix Amerika 2023, yang baru menjadi balapan ketiganya bersama tim tersebut.
Namun, musimnya berubah drastis setelah mengalami patah tulang tibia dan fibula kanan akibat kecelakaan di Mugello. Cedera tersebut membutuhkan beberapa operasi dan membuatnya absen dari sebagian besar musim 2023.
Rins kemudian bergabung dengan tim pabrikan Yamaha pada 2024. Akan tetapi, kesulitan Yamaha M1 untuk bersaing di barisan depan serta proses pemulihan cedera membuatnya belum mampu mengulang kesuksesan bersama Suzuki dan Honda.
Secara keseluruhan, Rins telah mengoleksi enam kemenangan dan 18 podium selama berkarier di MotoGP.
Situasi MotoGP Kurangi Motivasi Rins
Rins mengakui bahwa keputusan untuk meninggalkan balap motor tidak diambil dengan mudah. Ia berkali-kali mempertanyakan apakah masih ingin melanjutkan kariernya di atas motor atau beralih ke kejuaraan lain.
“Saya sering bertanya kepada diri sendiri apakah saya akan sedih ketika berhenti, apakah saya harus melanjutkan, atau apakah saya harus pindah ke kejuaraan lain,” ungkapnya.
“Ini adalah sesuatu yang telah saya lakukan sepanjang hidup. Seluruh hidup saya dihabiskan untuk mempersiapkan diri membalap motor.”
Menurut Rins, situasi yang dihadapinya dalam beberapa musim terakhir turut mengurangi keinginannya untuk terus berkompetisi dalam balap motor.
“Apa yang terjadi sekarang sangat rumit dan, sejujurnya, sedikit mengurangi gairah saya untuk melanjutkan di dunia roda dua.”
Meski tidak pernah menjadi juara dunia, Rins merasa bangga pernah terlibat dalam persaingan gelar di Moto3, Moto2, dan MotoGP.
“Saya harus puas dengan apa yang telah saya capai. Ada banyak kemenangan dan pertarungan hebat. Saya memang tidak memenangkan semua gelar tersebut, tetapi saya mendapat kesempatan untuk bersaing di ketiga kategori.”
Tidak Menutup Pintu Sepenuhnya untuk Balap Motor
Walaupun akan beralih ke balap mobil, Rins tidak menutup kemungkinan untuk kembali mengendarai motor balap dalam kapasitas terbatas di masa mendatang.
Peran seperti pembalap penguji atau penampilan sesekali masih terbuka karena dunia motorsport tetap menjadi bagian penting dalam hidupnya.
“Saya tidak bisa menutup pintu sepenuhnya setelah sekian tahun. Dunia motorsport adalah hidup saya,” katanya.
Rins juga mengungkapkan bahwa ia tertarik pada mobil bukanlah hal yang baru. Di sela-sela karier profesionalnya sebagai pembalap motor, ia kerap mengikuti berbagai aktivitas roda empat.
“Saya memodifikasi Jeep dan pergi ke padang pasir bersama teman. Saya juga pernah balapan di atas es. Ini ada di dalam darah kami. Saya akan terus berlatih dan mengasah insting.”
Kepergian Rins menjadi bagian dari perubahan besar Yamaha menjelang era baru MotoGP 2027. Pabrikan Iwata tersebut akan menurunkan susunan pembalap baru yang terdiri dari Jorge Martin dan Ai Ogura di tim pabrikan.
Foto: Gold and Goose









