Dinding pembatas yang rapat, tikungan buta, kompromi set-up, dan minimnya peluang menyalip membuat debut Madring diprediksi berlangsung penuh risiko.
Para pembalap Formula 1 bersiap menghadapi tantangan baru ketika Madring menggelar sesi latihan pertamanya pada Jumat dalam rangkaian Grand Prix Spanyol 2026.
Seluruh pembalap telah menyelesaikan banyak putaran di simulator untuk mempelajari sirkuit baru pertama yang masuk ke kalender F1 sejak Las Vegas pada 2023. Namun, mereka baru mendapat kesempatan untuk melihat langsung kondisi lintasan pada Kamis.
Madring merupakan sirkuit sepanjang 5,414 kilometer yang memadukan karakter trek jalan raya dan permanen. Lintasannya memiliki 22 tikungan, termasuk La Monumental, tikungan sepanjang sekitar 500 meter dengan kemiringan mencapai 24 persen. Balapan utama akan berlangsung selama 57 putaran. Formula 1
Mulai dari risiko kecelakaan hingga minimnya peluang menyalip, berikut kekhawatiran dan prediksi para pembalap menjelang debut Madring.
Trek Menakutkan dengan Risiko Kecelakaan Tinggi
Tes Formula 3 selama dua hari di Madring menghasilkan 19 bendera merah. Catatan tersebut memunculkan ekspektasi bahwa akhir pekan Formula 1 juga berpotensi tidak jauh berbeda.
Bos Williams, James Vowles, bahkan menggambarkan Madring sebagai “trek penghancur mobil”.
“Ketika mendengar ada 19 bendera merah di F3, saya sedikit terkejut. Setelah mencobanya di simulator, saya justru terkejut karena hanya ada 19,” canda George Russell.
Pembalap Mercedes tersebut menyebut Madring sebagai sirkuit yang “gila” dan mungkin menjadi trek dengan risiko tertinggi dalam kalender F1 musim ini.
Dinding pembatas berada sangat dekat dengan lintasan, sementara sejumlah tikungan cepat memiliki jalan keluar yang tidak terlihat dari titik masuk. Kondisi tersebut menyisakan margin kesalahan yang sangat kecil.
Gabriel Bortoleto menggambarkan satu putaran di Madring sebagai pengalaman yang “sangat melelahkan secara mental”.
Setelah berjalan mengelilingi trek, Alex Albon membandingkan karakter Madring dengan Makau karena keduanya memiliki banyak dinding, tikungan cepat, dan titik buta. Namun, menurutnya, desain sirkuit tersebut telah disesuaikan lebih untuk mobil Formula 1.
Albon juga menyoroti risiko ketika sebuah mobil berhenti setelah tikungan buta. Ia berharap pengawas balapan dapat segera mengaktifkan Virtual Safety Car atau mengibarkan bendera merah apabila situasi tersebut terjadi.
“Pasti akan ada beberapa kecelakaan akhir pekan ini,” ujar Albon.
Pierre Gasly memiliki prediksi serupa. Pembalap Alpine tersebut bahkan berani bertaruh akan terjadi bendera merah dan memperkirakan akhir pekan yang cukup kacau akibat berbagai insiden.
La Monumental Jadi Tantangan Tersendiri
Salah satu bagian yang paling disorot adalah La Monumental, tikungan miring panjang yang menjadi ikon Madring.
Albon mengkhawatirkan posisi mobil yang sedang melambat untuk memberi jalan kepada pembalap lain saat kualifikasi. Jalur sempit dan jalan keluar di tikungan yang tidak terlihat membuat pembalap sulit menentukan posisi yang paling aman.
Mobil yang melaju cepat juga berpotensi kehilangan downforce saat terkena udara kotor dari mobil di depannya. Dalam kondisi tikungan berkecepatan tinggi dan dinding yang rapat, situasi tersebut dapat dengan cepat memicu kecelakaan.
Setelah menjajal Madring melalui simulator, Sergio Perez menyebutnya sebagai “trek yang sesungguhnya” dan sedikit menakutkan. Pembalap Cadillac tersebut merasakan kemiripan dengan Jeddah.
Rekan setimnya, Valtteri Bottas, menggambarkan Madring sebagai perpaduan antara Jeddah dan Baku. Beberapa pembalap lain juga membandingkan karakter lintasannya dengan Monako.
Kimi Antonelli menilai Madring sebagai trek paling rumit musim ini, baik bagi pembalap maupun teknisi.
Sirkuit tersebut memadukan chicane, tikungan cepat, tikungan miring, dan zona pengereman saat mobil masih berbelok. Variasi itu membuat tim harus mencari kompromi set-up antara stabilitas saat melibas kerb, perubahan arah, dan performa di tikungan berkecepatan tinggi.
Peluang Menyalip Diprediksi Terbatas
Meski sesi kualifikasi pada Sabtu diperkirakan berlangsung menegangkan, kualitas balapan pada Minggu justru menimbulkan kekhawatiran.
Perez memprediksi karakter balapannya akan menyerupai Singapura, dengan peluang menyalip yang cukup terbatas.
Gasly melihat tantangan tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Menurutnya, pembalap harus mampu berimprovisasi dan mencari cara kreatif untuk menemukan peluang menyalip pada balapan pertama di Madring.
La Monumental semula diperkirakan dapat membuka beberapa pilihan jalur. Namun, Albon meragukan apakah tikungan tersebut akan menghasilkan banyak aksi saling salip.
Seiring berlangsungnya balapan, serpihan karet ban atau marbles kemungkinan akan menumpuk di jalur bagian atas. Permukaan lintasan yang kotor, lebar trek yang terbatas, dan dinding yang dekat membuat pembalap harus mengambil risiko besar jika ingin menggunakan jalur lain.
Desain Zona Pengereman Dinilai Kurang Ideal
Ollie Bearman menilai tata letak Madring sebenarnya cukup baik, tetapi beberapa bagian secara alami justru menghambat aksi menyalip.
Pembalap Haas tersebut menyoroti zona pengereman menuju Tikungan 5 yang berbentuk melengkung. Padahal, area tersebut seharusnya menjadi salah satu peluang utama untuk menyalip.
Karena pembalap masih harus berbelok saat melakukan pengereman, mereka sulit mengambil jalur berbeda atau melakukan manuver dari sisi dalam. Mobil yang bertahan cukup menempatkan diri di tengah lintasan untuk menutup ruang lawan.
Albon memiliki pandangan serupa. Ia memperkirakan manuver menyalip akan lebih banyak ditentukan oleh perbedaan penggunaan energi listrik daripada oleh keberanian melakukan pengereman terlambat.
Dengan kata lain, pembalap kemungkinan harus menyelesaikan manuver dengan memanfaatkan keunggulan tenaga di lintasan lurus sebelum memasuki zona pengereman.
Perubahan Kondisi Trek Akan Sangat Besar
Gasly memperkirakan evolusi lintasan Madring akan menyerupai lintasan Monako. Kondisi permukaan trek dan kepercayaan diri pembalap akan terus meningkat sepanjang akhir pekan sehingga catatan waktu berpotensi turun secara signifikan pada setiap sesi.
Di simulator, kesalahan dapat langsung diperbaiki dengan mengulang putaran. Situasinya berbeda di lintasan sebenarnya karena sedikit kesalahan dapat berakhir dengan benturan ke dinding.
Perubahan waktu putaran juga akan memengaruhi cara setiap tim mengatur penggunaan energi sepanjang lap.
Kepala teknisi Honda, Shintaro Orihara, mengingatkan tim agar tidak langsung panik apabila data pada sesi Latihan Bebas 1 berbeda jauh dari hasil simulasi. Pengaturan energi perlu disesuaikan secara bertahap mengikuti perkembangan lintasan dan cara pembalap menginjak pedal gas.
Menurut Albon, banyak tikungan di Madring akan dilewati dengan bukaan gas antara 90% dan 100%. Tim papan atas mungkin mampu melewatinya tanpa mengangkat pedal gas, sedangkan tim papan tengah dan belakang kemungkinan harus mengurangi kecepatan.
Perbedaan kecil tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap penggunaan energi listrik sepanjang putaran.
Dengan karakter yang cepat, sempit, dan nyaris tanpa ruang untuk melakukan kesalahan, Madring menjanjikan sesi kualifikasi yang spektakuler. Namun, apakah sirkuit ini juga dapat menghasilkan balapan yang menarik baru akan terlihat ketika 22 mobil F1 turun langsung ke lintasan.
Sumber & Foto: F1







