Beranda / MotoGP / MotoGP Tetap Berencana Gelar GP Qatar 2026 meski Konflik Timur Tengah Memanas

MotoGP Tetap Berencana Gelar GP Qatar 2026 meski Konflik Timur Tengah Memanas

Para pembalap berlomba pada malam hari di MotoGP Qatar di Sirkuit Lusail

MotoGP belum mencoret Grand Prix Qatar dari kalender 2026. Carmelo Ezpeleta menegaskan bahwa balapan di Lusail tetap akan digelar pada November selama situasi di kawasan tersebut tidak berubah secara drastis.

CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carmelo Ezpeleta, menegaskan bahwa MotoGP masih berencana menggelar Grand Prix Qatar pada 6–8 November 2026, meski eskalasi konflik di Timur Tengah kembali menimbulkan ketidakpastian.

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang pecah pada Februari lalu telah menyebabkan gangguan besar pada kalender motorsport internasional. MotoGP Qatar awalnya dijadwalkan berlangsung pada April, tetapi kemudian ditunda hingga November.

Perubahan tersebut juga memengaruhi dua seri terakhir musim ini. MotoGP menggeser GP Portugal ke 22 November dan seri penutup di Valencia ke 29 November untuk mengakomodasi jadwal baru Qatar.

Namun, meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memunculkan pertanyaan tentang apakah balapan di Lusail International Circuit benar-benar dapat dilaksanakan.


MotoGP Terus Berkomunikasi dengan Qatar

Carmelo Ezpeleta membahas status Grand Prix MotoGP Qatar 2026
Carmelo Ezpeleta menegaskan bahwa MotoGP masih berencana menggelar GP Qatar 2026 selama situasi keamanan tidak berubah drastis.

Berbicara kepada DAZN di sela-sela Grand Prix Austria, Ezpeleta mengatakan bahwa rencana MotoGP belum berubah.

“Saya rasa begitu. Saat ini, rencananya tetap pergi ke Qatar,” ujar Ezpeleta ketika ditanya mengenai kepastian balapan tersebut.

“Kami terus berkomunikasi dengan Qatar. Pihak berwenang di sana mengatakan bahwa mereka siap menyelenggarakannya. Jika tidak ada perubahan drastis, rencananya kami akan tetap pergi.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa MotoGP belum menyerah untuk mempertahankan Qatar dalam kalender. Namun, keputusan final tetap bergantung pada perkembangan situasi keamanan dalam beberapa pekan ke depan.

MotoGP bukan satu-satunya kejuaraan yang terdampak. FIA World Endurance Championship memindahkan dua putaran terakhirnya ke Eropa setelah sebelumnya berencana menggelar seri penutup di Bahrain pada akhir pekan yang sama dengan MotoGP Qatar.

Putaran pengganti Formula 1 Bahrain dijadwalkan berlangsung di Malaysia pada 2–4 Oktober, sementara World Rally Championship membatalkan seri penutupnya di Arab Saudi.

Perubahan yang dilakukan pada kejuaraan-kejuaraan tersebut membuat peluang MotoGP Qatar tetap berlangsung terlihat semakin tidak pasti.


Kepastian Dibutuhkan untuk Perebutan Gelar

Status GP Qatar juga menjadi penting karena akan menentukan jumlah poin yang masih tersedia dalam perebutan gelar dunia.

Saat Ezpeleta menyampaikan pernyataan tersebut, delapan putaran masih tersisa dan Jorge Martin memimpin klasemen MotoGP dengan keunggulan hanya 3 poin atas Marc Marquez setelah Sprint GP Austria.

Apabila Qatar dibatalkan dan tidak digantikan, para pembalap akan kehilangan kesempatan memperebutkan maksimal 37 poin; 12 poin dari Sprint dan 25 poin dari balapan utama.

Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa MotoGP tidak akan mencari seri pengganti jika balapan di Qatar akhirnya dibatalkan. Karena itu, tim dan pembalap membutuhkan kepastian sesegera mungkin agar dapat menghitung ulang peluang mereka dalam perebutan gelar.

Dampaknya juga dapat dirasakan di kelas lain. Pemimpin klasemen Moto3, Maximo Quiles, bahkan berpotensi memastikan gelar dunia tanpa turun ke lintasan apabila pembatalan Qatar membuat keunggulan poinnya tidak lagi dapat dikejar.


Kalender MotoGP 2027 Ikut Tertunda

Situasi di Timur Tengah juga menunda pengumuman kalender MotoGP 2027. Pihak kejuaraan masih harus mempertimbangkan kondisi di Qatar serta kelanjutan sejumlah balapan lain di kawasan tersebut.

Meski demikian, Ezpeleta optimistis bahwa kalender musim depan akan segera diumumkan.

“Ya, saya sangat yakin kami akan memublikasikan kalender 2027 dalam waktu dekat, kemungkinan minggu depan atau segera setelahnya,” katanya.

Untuk sementara, Grand Prix Qatar masih tercantum dalam kalender MotoGP 2026. Namun, keputusan akhirnya akan sangat bergantung pada perkembangan situasi keamanan menjelang November.


Foto: Gold and Goose

Baca juga Panduan Lengkap MotoGP untuk Pemula

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top 5 Klasemen MotoGP

PosRiderPoin
1 🇪🇸 Jorge Martín Aprilia Racing306
2 🇪🇸 Marc Marquez Ducati Lenovo Team294
3 🇮🇹 Marco Bezzecchi Aprilia Racing264
4 🇪🇸 Pedro Acosta Red Bull KTM Factory Racing234
5 🇮🇹 Fabio Di Giannantonio Pertamina Enduro VR46 Racing230
Lihat Klasemen Lengkap

Top 5 Klasemen F1

PosDriverPoin
1 🇮🇹 Andrea Kimi Antonelli Mercedes292
2 🇬🇧 George Russell Mercedes211
3 🇬🇧 Lewis Hamilton Ferrari191
4 🇬🇧 Lando Norris McLaren186
5 🇲🇨 Charles Leclerc Ferrari167
Lihat Klasemen Lengkap