Beranda / MotoGP / Marc Marquez Ungkap Kondisi Lengan Kanan setelah Tujuh Operasi

Marc Marquez Ungkap Kondisi Lengan Kanan setelah Tujuh Operasi

Marc Marquez mengangkat kedua lengannya saat berlatih, memperlihatkan kondisi bahu dan lengan kanannya setelah tujuh operasi

Foto terbaru Marc Marquez memperlihatkan perbedaan yang mencolok pada bahu dan lengan kanannya. Di balik kondisi tersebut, tersimpan perjalanan panjang yang melibatkan tujuh operasi, patah tulang humerus, infeksi, rotasi tulang yang tidak ideal, hingga saraf radial yang tertekan.

Marc Marquez kembali menarik perhatian setelah membagikan sejumlah foto dari Grand Prix Aragon 2026 di media sosialnya. Bukan hanya momen kemenangan yang menjadi sorotan, tetapi juga kondisi bahu dan lengan kanan pembalap Ducati tersebut.

Dalam salah satu foto, kontur bahu kanan Marquez terlihat jauh lebih cekung dibandingkan dengan sisi kirinya. Perbedaan volume otot di antara kedua lengannya juga tampak jelas, jejak nyata dari berbagai cedera dan operasi yang telah ia jalani selama bertahun-tahun.

Kondisi tersebut membuat pencapaian Marquez di Aragon terasa semakin luar biasa. Pembalap berusia 33 tahun itu menyapu bersih Sprint dan balapan utama di MotorLand Aragón untuk meraih 37 poin penuh. Sejak beralih ke Ducati pada 2024, ia belum terkalahkan dalam Sprint maupun Grand Prix yang digelar di sirkuit tersebut.

Namun, di balik kecepatannya, Marquez masih berusaha menemukan apa yang ia sebut sebagai “100 persen baru” dari lengan kanannya.


2019: Operasi Pertama pada Bahu Kanan

Masalah pada sisi kanan tubuh Marquez sebenarnya telah muncul sebelum crash besar di Jerez pada 2020.

Menjelang akhir musim 2019, Marquez mengalami masalah berulang pada bahu kanannya. Ia mengalami subluksasi atau pergeseran sebagian sendi bahu setelah terjatuh di Sepang, kemudian kembali mengalami masalah serupa saat tes pra-musim di Jerez.

Pada 27 November 2019, Marquez menjalani operasi untuk menstabilkan bahu kanannya. Dalam laporan medis yang diterbitkan kemudian, prosedur tersebut diidentifikasi sebagai operasi Latarjet, yaitu teknik yang menggunakan fragmen tulang korakoid dan sekrup untuk membantu menstabilkan sendi bahu.

Material yang dipasang dalam operasi tersebut kembali menimbulkan masalah lebih dari 6 tahun kemudian.


Jerez 2020: Crash yang Mengubah Karier Marquez

Marc Marquez terjatuh dari motornya saat mengalami highside di Grand Prix Spanyol 2020 di Jerez
Kecelakaan di Jerez pada 2020 menyebabkan humerus kanan Marc Marquez patah dan menjadi awal rangkaian operasi panjang.

Titik balik terbesar terjadi pada Grand Prix Spanyol 2020 di Jerez. Setelah sempat melebar dan melakukan remontada ke barisan depan, Marquez mengalami highside di Tikungan 3. Tubuhnya terlempar ke gravel dan tulang humerus kanannya patah.

Dua hari kemudian, pada 21 Juli 2020, Marquez menjalani operasi untuk memasang pelat titanium dan sekrup pada humerus kanannya. Pemeriksaan saat itu menyatakan saraf radialnya tidak mengalami kerusakan.

Kurang dari sepekan setelah kecelakaan, Marquez mencoba kembali membalap dalam Grand Prix Andalusia di sirkuit yang sama. Ia sempat mengikuti sesi latihan, tetapi akhirnya mengundurkan diri karena rasa sakit dan kehilangan kekuatan pada lengannya.


Tiga Operasi dalam Waktu Kurang dari Lima Bulan

Setelah percobaan comeback tersebut, pelat titanium pada humerus Marquez mengalami kerusakan akibat tekanan yang terakumulasi. Ia kembali menjalani operasi pada 3 Agustus 2020 untuk melepas dan mengganti pelat yang rusak.

Namun, tulangnya tidak menyatu sebagaimana mestinya. Pada Desember 2020, Marquez harus menjalani operasi ketiga pada humerus setelah mengalami pseudoarthrosis atau kegagalan penyatuan tulang.

Dalam operasi yang berlangsung sekitar delapan jam tersebut, pelat sebelumnya dilepas dan diganti. Dokter juga mengambil cangkok tulang dari bagian panggul untuk membantu proses penyatuan tulang humerus.

Hasil kultur dari sampel yang diambil selama operasi kemudian menunjukkan adanya infeksi pada area patahan. Marquez pun harus menjalani pengobatan antibiotik dalam jangka panjang.

Ia baru kembali berlomba di Portugal pada April 2021, sekitar sembilan bulan setelah kecelakaan pertama di Jerez.


2022: Humerus Dipotong dan Diputar Sekitar 30 Derajat

Meskipun telah kembali membalap dan meraih 3 kemenangan pada 2021, Marquez masih mengalami keterbatasan gerak dan kesulitan mengendalikan motor. Posisi rotasi humerus yang telah sembuh dinilai tidak ideal sehingga memengaruhi mekanika bahu dan lengannya.

Pada Juni 2022, Marquez menjalani operasi lanjutan di Mayo Clinic, Rochester, Amerika Serikat. Prosedur tersebut menjadi operasi keempat pada humerusnya sejak kecelakaan Jerez 2020, sekaligus operasi kelima pada bahu dan lengan kanan jika operasi 2019 juga dihitung.

Dalam prosedur osteotomi rotasional, dokter melepas dua sekrup dari pelat sebelumnya, memotong tulang humerus secara melintang, lalu memutarnya sekitar 30 derajat ke arah luar. Tulang tersebut kemudian distabilkan pada posisi baru menggunakan pelat dan sejumlah sekrup.

Marquez kembali berlomba di Aragón pada September 2022 dan meraih podium kedua di Phillip Island beberapa pekan kemudian.

Setelah pindah ke Gresini Ducati pada 2024, ia akhirnya mengakhiri penantian selama 1.043 hari tanpa kemenangan dengan menjuarai Grand Prix Aragon. Setahun kemudian, Marquez merebut gelar juara dunia MotoGP ketujuhnya pada Grand Prix Jepang 2025.

Gelar tersebut diraih 2.184 hari setelah keberhasilan terakhirnya pada 2019. Jeda enam tahun itu menjadi penantian terpanjang di antara dua gelar kelas utama MotoGP yang diraih oleh pembalap yang sama.


Mandalika 2025: Cedera Baru pada Bahu yang Sama

Marc Marquez mengacungkan jempol dari rumah sakit setelah menjalani operasi bahu kanan pada Oktober 2025
Marc Marquez setelah menjalani operasi untuk menstabilkan fraktur korakoid dan memperbaiki ligamen bahu kanannya pada Oktober 2025. (Foto: Instagram/@marcmarquez93)

Hanya satu pekan setelah memastikan gelar dunia 2025, Marquez kembali mengalami crash serius di Grand Prix Indonesia di Mandalika.

Bezzecchi, yang start dari pole position, kehilangan beberapa posisi pada awal balapan. Ketika mencoba menyalip dari sisi dalam pada lap pertama, bagian depan motornya menyentuh bagian belakang Ducati milik Marquez. Keduanya terjatuh dengan kecepatan tinggi dan terseret ke area gravel.

Pemeriksaan lanjutan di Madrid menemukan fraktur pada pangkal prosesus korakoid, bagian dari tulang belikat, serta cedera ligamen pada bahu kanan. Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan hubungan langsung antara cedera baru tersebut dengan cedera-cedera sebelumnya dan juga tidak menunjukkan pergeseran tulang yang signifikan.

Dokter awalnya memilih perawatan konservatif berupa istirahat dan imobilisasi. Namun, setelah satu pekan, fraktur dan kerusakan ligamen belum menunjukkan stabilisasi yang memadai.

Karena terdapat risiko instabilitas residual, Marquez akhirnya menjalani operasi pada 13 Oktober 2025. Dokter menstabilkan area fraktur dan memperbaiki ligamen akromioklavikular yang rusak. Itu menjadi operasi keenam pada bahu dan lengan kanannya. 

Marquez kemudian melewatkan sisa musim 2025. Ducati menyatakan bahwa lengannya harus diimobilisasi sepenuhnya selama 4 minggu sebelum ia dapat memulai rehabilitasi.


Operasi Ketujuh: Sekrup Menekan Saraf Radial

Setelah kembali mengendarai motor pada 2026, Marquez masih mengalami kelemahan dan kesulitan mengendalikan lengan kanannya. Gejala tersebut terutama muncul ketika tubuhnya berada dalam posisi mengendarai motor MotoGP.

Pemeriksaan lanjutan akhirnya menemukan bahwa dua sekrup dan sebuah fragmen tulang dari operasi Latarjet 2019 telah bergeser dan menekan saraf radial. Trauma akibat kecelakaan di Mandalika membuat area tersebut kembali terasa nyeri.

Pada 10 Mei 2026, Marquez menjalani operasi di Rumah Sakit Ruber Internacional, Madrid. Tim medis yang dipimpin Dr. Samuel Antuña mengangkat dua sekrup dan fragmen tulang yang menekan saraf tersebut. Prosedur ini menjadi operasi ketujuh pada bahu dan lengan kanannya.

Pada hari yang sama, Marquez juga menjalani operasi untuk menstabilkan fraktur metatarsal kelima pada kaki kanannya. Cedera kaki tersebut terjadi akibat highside pada fase akhir Sprint Grand Prix Prancis. Karena merupakan prosedur pada bagian tubuh yang berbeda, operasi kaki tidak termasuk dalam hitungan tujuh operasi pada bahu dan lengan kanan.


Mencari “100 Persen Baru”

Marquez kembali membalap dalam Grand Prix Italia di Mugello. Pada hari pertama, ia mengatakan bahwa tidak ada lagi sensasi mati rasa pada tangan, jari, maupun siku kanannya. Menurutnya, saraf radial telah bekerja dengan baik sehingga target utama operasi tercapai.

Namun, hilangnya tekanan pada saraf tidak serta-merta mengembalikan kekuatan otot. Marquez masih harus membangun ulang otot-otot yang sebelumnya tidak bekerja secara normal dan menyesuaikan kembali cara mengendalikan motor.

Dampak dari 7 operasi tersebut masih terasa, terutama pada sirkuit yang menuntut perubahan arah yang cepat atau memberikan beban lebih besar pada sisi kanan tubuh. Karena itu, Marquez tidak lagi mengukur kondisinya berdasarkan kemampuan fisik sebelum cedera, melainkan berusaha menemukan batas baru yang dapat ia sebut sebagai “100 persen”.

Aragón menunjukkan bahwa pada trek yang sesuai dengan karakter dan kondisi fisiknya, Marquez masih mampu tampil dominan. Ia dapat memenangkan Sprint dan balapan utama, mencetak lap cepat, serta kembali terlibat dalam persaingan gelar.

Namun, foto terbaru lengannya memperlihatkan harga fisik yang harus dibayar untuk mencapai level tersebut. Kecepatan Marquez mungkin telah kembali, tetapi tubuhnya tidak lagi sama, dan justru itulah yang membuat perjalanannya kembali ke puncak MotoGP terasa semakin luar biasa.


Sumber: Marc Marquez

Pantau terus Klasemen MotoGP 2026

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top 5 Klasemen MotoGP

PosRiderPoin
1 🇪🇸 Jorge Martín Aprilia Racing306
2 🇪🇸 Marc Marquez Ducati Lenovo Team294
3 🇮🇹 Marco Bezzecchi Aprilia Racing264
4 🇪🇸 Pedro Acosta Red Bull KTM Factory Racing234
5 🇮🇹 Fabio Di Giannantonio Pertamina Enduro VR46 Racing230
Lihat Klasemen Lengkap

Top 5 Klasemen F1

PosDriverPoin
1 🇮🇹 Andrea Kimi Antonelli Mercedes292
2 🇬🇧 George Russell Mercedes211
3 🇬🇧 Lewis Hamilton Ferrari191
4 🇬🇧 Lando Norris McLaren186
5 🇲🇨 Charles Leclerc Ferrari167
Lihat Klasemen Lengkap