Lewis Hamilton berpotensi mendapat penalti turun posisi grid, hingga poin penalti setelah tetap melaju dengan Ferrari yang rusak setelah mengalami kecelakaan pada FP3 F1 GP Spanyol 2026.
Lewis Hamilton berisiko berurusan dengan steward FIA setelah mengemudikan mobil Ferrari dalam kondisi rusak pada sesi Latihan Bebas 3 atau FP3 Grand Prix Spanyol 2026 di Madring, Madrid.
Juara dunia Formula 1 tujuh kali tersebut tengah menjalani putaran cepat yang berpotensi membawanya ke posisi teratas ketika kehilangan kendali di tikungan terakhir. Mobil SF-26 miliknya kemudian menghantam pembatas TecPro dan memicu pengibaran bendera merah.
Hamilton dapat memundurkan mobilnya dan kembali ke lintasan. Namun, sayap depan Ferrari tersangkut di bawah mobil, sementara ban depan kanan mengalami kebocoran.
Hamilton Abaikan Perintah Ferrari untuk Berhenti
Situasi menjadi sorotan ketika Hamilton mencoba membawa mobilnya kembali ke pit meski mengalami kerusakan yang jelas terlihat.
Race engineer Ferrari, Carlo Santi, berulang kali meminta Hamilton berhenti di lokasi yang aman. Santi juga mengingatkan bahwa ban depan kanan mobilnya telah bocor.
Hamilton menjawab bahwa dirinya dapat melihat kerusakan tersebut, tetapi tetap mencoba melanjutkan perjalanan menuju pit. Ia baru menghentikan mobil dan memarkirnya di sisi lintasan setelah mencapai sekitar pertengahan putaran.
Keputusan itu berpotensi menjadi masalah karena komponen sayap depan yang terlepas atau tersangkut di bawah mobil dapat mengganggu kemudi, merusak bagian lain, atau terlempar ke lintasan.
Risikonya semakin besar ketika marshal mulai bersiap menangani kecelakaan dan memperbaiki pembatas sirkuit.
Hukuman yang Bisa Diterima Lewis Hamilton
Kasus Hamilton dapat dinilai berdasarkan Pasal B1.8.7 Regulasi Olahraga Formula 1 2026 mengenai pembalap yang tetap mengemudikan atau gagal menghentikan mobil yang mengalami kerusakan signifikan dan terlihat jelas.
Dalam Pedoman Penalti Formula 1 2026, pelanggaran tersebut pada sesi latihan dapat dikenai teguran atau penalti berupa turun posisi grid. Steward juga memiliki kewenangan untuk memberikan hingga tiga poin penalti, bergantung pada tingkat keparahan insiden.
Namun, daftar tersebut merupakan pedoman dan bukan hukuman otomatis. Steward tetap harus mempertimbangkan kondisi mobil, tingkat bahaya yang ditimbulkan, komunikasi antara pembalap dan tim, serta alasan Hamilton melanjutkan perjalanan.
Hingga artikel ini diperbarui setelah FP3, daftar dokumen resmi FIA untuk GP Spanyol belum memuat panggilan pemeriksaan ataupun keputusan terhadap mobil nomor 44.
Karena itu, Hamilton masih berstatus berpotensi diselidiki dan belum dapat secara resmi disebut menerima penalti.
Anthony Davidson Kritik Keputusan Hamilton
Analis Sky Sports F1, Anthony Davidson, menilai Hamilton seharusnya segera menuruti instruksi tim dan menghentikan mobilnya.
“Anda benar-benar tidak boleh melakukan itu,” ujar Davidson.
Menurut mantan pembalap F1 tersebut, sayap depan yang berada di bawah mobil dapat mengangkat roda depan dan membuat Hamilton kehilangan kendali. Kondisi itu tidak hanya membahayakan pembalap, tetapi juga petugas lintasan yang sedang bekerja.
Davidson turut menilai Ferrari seharusnya memberikan informasi yang lebih tegas melalui radio. Tim perlu menjelaskan posisi sayap depan dan konsekuensi regulasi yang mungkin dihadapi apabila Hamilton terus melaju.
Saat insiden terjadi, Charles Leclerc berada di posisi teratas dalam catatan waktu FP3 dengan raihan 1 menit 33,332 detik. Ferrari kini menghadapi pekerjaan perbaikan besar pada mobil Hamilton menjelang sesi kualifikasi di sirkuit jalan raya baru Madrid tersebut.
Sumber: FIA & Crash | Foto XPB Image









