Beranda / MotoGP / “Mereka Tak Mengizinkan Saya” – Pecco Bagnaia Ungkap Masalah Set-up Ducati

“Mereka Tak Mengizinkan Saya” – Pecco Bagnaia Ungkap Masalah Set-up Ducati

Pecco Bagnaia berlutut di gravel usai terjatuh pada MotoGP San Marino 2026 di Misano

Pecco Bagnaia menjadi sorotan setelah percakapannya dengan Fabio Di Giannantonio di Misano tertangkap kamera DAZN. Pembalap Italia itu mengisyaratkan bahwa Ducati tidak mengizinkannya mencoba set-up yang lebih sederhana untuk mengatasi masalah pada motornya.

Francesco ‘Pecco’ Bagnaia kembali menjadi pusat perhatian di tengah periode sulitnya bersama Ducati. Kali ini, bukan hasil di lintasan yang memicu perbincangan, melainkan percakapan dengan Fabio Di Giannantonio yang terekam kamera DAZN pada akhir pekan Grand Prix San Marino.

Dalam percakapan tersebut, Pecco seolah mengisyaratkan bahwa Ducati tidak mengizinkannya untuk mencoba set-up dasar seperti yang digunakan oleh Di Giannantonio.

Komentar itu muncul setelah juara dunia MotoGP dua kali tersebut mengalami crash dalam tiga Grand Prix terakhir secara beruntun. Sejak jeda musim panas, Pecco terus kesulitan menemukan kepercayaan diri di atas motornya.


Pecco Bagnaia Kesulitan Menemukan Grip

Bagnaia berulang kali mengeluhkan kurangnya grip belakang pada Ducati miliknya. Masalah tersebut terasa semakin membingungkan karena gejala serupa tidak terlihat dalam data pembalap Ducati lainnya.

Situasinya mencapai titik terendah di Misano. Setelah hanya mampu finis di luar zona poin pada Sprint, Bagnaia mengatakan bahwa dirinya merasa “dipermalukan” oleh performanya sendiri.

Kesulitannya berlanjut dalam balapan utama pada hari Minggu. Bagnaia kembali gagal finis setelah terjatuh, memperpanjang rangkaian hasil buruknya menjadi tiga Grand Prix berturut-turut.


Percakapan Bagnaia dan Di Giannantonio Terekam DAZN

Kamera DAZN merekam percakapan Bagnaia dengan Di Giannantonio, pembalap VR46 yang mengendarai Ducati dengan spesifikasi yang sama.

Di Giannantonio menyarankan Bagnaia untuk mencoba set-up yang lebih sederhana, seperti yang digunakan olehnya. Namun, jawaban Bagnaia justru memunculkan pertanyaan baru tentang pekerjaan teknis di garasi Ducati.

“Kenapa kamu memakai benda kecil itu di bagian belakang?” tanya Di Giannantonio.

“Itu masalah yang paling sepele. Saya memasang apa yang mereka suruh. Saya sudah mencoba semuanya,” jawab Bagnaia.

“Saya bisa katakan bahwa bagi saya, ban depan soft atau medium tidak memberikan perbedaan. Keduanya terasa benar-benar sama.”

“Bahkan ban soft bekas pada pagi hari dan ban baru untuk kualifikasi juga terasa sama. Rasanya seperti saya menarik tuas kopling begitu mulai mengerem.”

Di Giannantonio kemudian mencoba menawarkan solusi yang lebih sederhana.

“Saya mengerti. Namun, menurut saya, jika kamu memakai set-up yang cukup normal seperti milik saya… Set-up saya benar-benar sangat standar,” ujar pembalap VR46 tersebut.

Bagnaia kemudian memberikan jawaban singkat yang langsung memicu kehebohan:

“Mereka tidak mengizinkan saya melakukannya.”


Apa yang Tidak Diizinkan Ducati?

Belum diketahui secara pasti perubahan set-up apa yang dimaksud Bagnaia. Percakapan tersebut tidak menjelaskan apakah ia berbicara mengenai geometri motor, komponen tertentu, atau konfigurasi dasar yang digunakan oleh Di Giannantonio.

Karena itu, pernyataan tersebut belum dapat diartikan sebagai bukti bahwa Ducati secara keseluruhan membatasi Bagnaia dalam menentukan set-up motornya. Namun, percakapan itu memperlihatkan betapa frustrasinya Bagnaia dalam mencari solusi atas masalah yang terus berulang.

Di Aragon, Bagnaia mengatakan bahwa dirinya sempat kembali menggunakan set-up lama sejak awal musim, konfigurasi yang sebelumnya membantunya bersaing memperebutkan podium. Namun, perubahan tersebut belum menghasilkan perbaikan yang konsisten.

Komentar terbarunya juga terdengar kontras dengan keyakinan yang ia sampaikan beberapa hari sebelumnya. Bagnaia menyebut Ducati berpotensi menempatkan 4 pembalap di posisi teratas klasemen apabila semuanya menggunakan motor dengan spesifikasi pabrikan.

Di tengah berbagai spekulasi, manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menegaskan bahwa kepercayaan antara kedua pihak tetap terjaga. Ducati juga disebut terus bekerja untuk membantu Bagnaia keluar dari masa-masa sulitnya.

Untuk saat ini, perkataan “mereka tidak mengizinkan saya” justru meninggalkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Namun, satu hal terlihat jelas: Bagnaia masih belum menemukan rasa percaya diri yang dibutuhkannya di atas Ducati.


Sumber: DAZN | Foto: Reinhold Trescher

Pantau terus Klasemen MotoGP 2026

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top 5 Klasemen MotoGP

PosRiderPoin
1 🇪🇸 Jorge Martín Aprilia Racing306
2 🇪🇸 Marc Marquez Ducati Lenovo Team294
3 🇮🇹 Marco Bezzecchi Aprilia Racing264
4 🇪🇸 Pedro Acosta Red Bull KTM Factory Racing234
5 🇮🇹 Fabio Di Giannantonio Pertamina Enduro VR46 Racing230
Lihat Klasemen Lengkap

Top 5 Klasemen F1

PosDriverPoin
1 🇮🇹 Andrea Kimi Antonelli Mercedes292
2 🇬🇧 George Russell Mercedes211
3 🇬🇧 Lewis Hamilton Ferrari191
4 🇬🇧 Lando Norris McLaren186
5 🇲🇨 Charles Leclerc Ferrari167
Lihat Klasemen Lengkap