Kimi Antonelli menyadari bahwa statusnya sebagai pembalap Italia akan membuatnya terus dikaitkan dengan Ferrari. Namun, pemimpin klasemen sementara F1 2026 itu menegaskan bahwa ia masih bahagia bersama Mercedes.
Andrea Kimi Antonelli menghadapi sorotan besar menjelang balapan kandangnya, Formula 1 Grand Prix Italia 2026. Pembalap berusia 20 tahun itu tiba di Monza sebagai pemimpin klasemen dengan keunggulan 59 poin.
Setelah 12 seri, Antonelli mengoleksi 242 poin. Ia unggul atas rekan setimnya, George Russell, dan pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, yang sama-sama berada 59 poin di belakangnya.
Pencapaian tersebut juga membuat Antonelli menjadi pembalap Italia pertama sejak era 1950-an yang memimpin klasemen Kejuaraan Dunia menjelang GP Italia. Namun, dukungan untuknya di Monza harus berbagi ruang dengan loyalitas besar para tifosi terhadap Ferrari.
Antonelli Maklumi Rumor Kepindahan ke Ferrari
Kesuksesan Antonelli bersama Mercedes membuat rumor mengenai kemungkinan kepindahannya ke Ferrari mulai bermunculan. Sebagai pembalap Italia, ia menyadari bahwa spekulasi tersebut mungkin akan terus mengiringi kariernya di Formula 1.
Ketika ditanya di Monza apakah ia sudah menerima kenyataan bahwa namanya akan selalu dikaitkan dengan Ferrari, Antonelli memberikan jawaban yang terbuka, seperti dilansir dari Crash.
“Ya, tentu saja. Sebagai orang Italia, saya tahu betapa emosional dan antusias kami terhadap sesuatu. Terkadang, kami bahkan terlalu antusias.”
“Jadi, tentu saja pembicaraan semacam ini akan selalu ada.”
Ferrari bukan sekadar tim Formula 1 bagi masyarakat Italia. Identitas kuat tim berlogo kuda jingkrak itu membuat hampir setiap pembalap Italia yang tampil impresif kerap dianggap sebagai calon pembalap Ferrari di masa depan.
Kimi Antonelli Tegaskan Komitmen kepada Mercedes
Meski mengakui besarnya daya tarik Ferrari, Antonelli menegaskan bahwa dirinya masih bahagia bersama Mercedes. Tim asal Jerman tersebut telah mendukung perjalanan kariernya sejak usia muda hingga memberinya kesempatan untuk berlaga di Formula 1.
“Ferrari adalah merek yang sangat besar dan luar biasa. Namun, saya sangat bahagia dengan posisi saya saat ini dan merasa senang bersama Mercedes.”
“Mereka memberi saya kesempatan sejak saya masih kecil. Saya merasa masih memiliki banyak hal yang harus saya berikan kembali kepada mereka.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Antonelli belum memikirkan kepindahan dalam waktu dekat. Saat ini, fokus utamanya tetap pada membawa Mercedes bersaing memperebutkan gelar juara dunia F1 2026.
Penalti Grid Monza Justru Kurangi Tekanan

Selain rumor Ferrari, Antonelli juga harus menghadapi tantangan besar di balapan kandangnya. Mercedes memutuskan untuk memasang satu set power unit baru pada mobilnya di luar alokasi komponen yang diizinkan untuk musim ini.
Keputusan tersebut membuat Antonelli harus memulai GP Italia dari barisan belakang. Mercedes memilih Monza karena karakter lintasan lurusnya membuka peluang yang lebih besar untuk menyalip dan memulihkan posisi.
Tim juga ingin mengurangi risiko masalah reliabilitas yang dapat mengganggu perjuangan Antonelli dalam perebutan gelar. Formula 1 melaporkan bahwa Mercedes memilih strategi tersebut berdasarkan perhitungan yang mengutamakan kepentingan kejuaraan secara keseluruhan.
Antonelli mengakui bahwa memulai dari belakang bukanlah situasi yang ideal. Namun, penalti tersebut justru mengurangi tekanan yang ia rasakan menjelang balapan kandangnya.
“Dalam beberapa hal, situasi ini membantu mengurangi tekanan. Tentu saja saya lebih suka bertarung memperebutkan pole position dan memulai dari barisan depan, tetapi sekarang saya merasa sedikit lebih santai.”
Kondisi tersebut juga memberi Antonelli kesempatan untuk memusatkan program latihan bebas pada performa balapan. Mercedes dapat mencoba pengaturan mobil dan metode kerja yang berbeda tanpa terlalu mengejar kecepatan satu putaran untuk kualifikasi.
“Saya pikir saya bisa lebih menikmati berkendara dan menikmati akhir pekan ini. Kami juga memiliki kesempatan untuk mencoba sesuatu yang berbeda, terutama selama latihan bebas.”
Meski memulai dari belakang, Antonelli tetap menargetkan finis di posisi lima besar. Dengan kecepatan Mercedes di lintasan lurus Monza, sang pemimpin klasemen yakin target tersebut masih realistis untuk dicapai.
Foto: Getty Images









