Marc Marquez merasa beruntung masih bisa finis kelima di MotoGP Austria 2026. Masalah rem depan yang tidak konsisten sempat membuatnya berpikir untuk masuk pit dan menghentikan balapan.
Marc Marquez mengungkap masalah serius yang menghancurkan peluangnya meraih podium pada balapan MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring.
Memulai balapan dari posisi kedua, pembalap Ducati tersebut kehilangan beberapa posisi pada awal balapan. Ia kemudian berusaha mengejar Ai Ogura untuk memperebutkan posisi keempat, tetapi justru melebar jauh di Tikungan 1 pada awal lap ke-10 dan terlempar hingga urutan ketujuh.
Insiden tersebut bukan sekadar kesalahan pengereman. Marquez mengaku tuas rem depan Ducati GP26 miliknya tidak bekerja secara konsisten sepanjang paruh pertama balapan.
Pada satu titik, respons remnya bahkan menghilang hingga Marquez sempat mempertimbangkan untuk mundur.
Tuas Rem Terasa Berbeda di Setiap Tikungan
Menurut Marc Marquez, posisi tuas saat rem mulai menggigit terus berubah di setiap zona pengereman. Kondisi tersebut membuatnya tidak bisa memperkirakan seberapa keras ia harus menarik tuas saat memasuki tikungan.
“Pada paruh pertama balapan, saya mengalami banyak masalah dengan rem depan. Posisi tuasnya tidak konsisten. Rasanya berbeda di setiap titik pengereman,” jelas Marquez, dilansir dari The Race.
Masalah terburuk terjadi ketika ia tiba di Tikungan 1. Saat mencoba mengerem, Marquez tidak mendapatkan respons seperti yang diharapkan.
“Saya mengerem, tetapi tuasnya terasa kosong. Tidak ada apa-apa. Karena itulah saya melebar sangat jauh, bukan sedikit, melainkan benar-benar jauh.”
Beruntung, Tikungan 1 memiliki area run-off beraspal yang cukup luas. Marquez masih bisa kembali ke lintasan, meskipun harus kehilangan beberapa posisi.
“Saya Tidak Bisa Melanjutkan”
Ketidakkonsistenan rem membuat Marquez tidak yakin bisa menyelesaikan balapan dengan aman. Ia bahkan sempat mempertimbangkan untuk masuk pit.
“Pada satu titik saya berpikir, ‘Oke, saya tidak bisa melanjutkan.’ Namun, dari satu lap ke lap berikutnya, remnya tiba-tiba mulai bekerja lagi,” ujarnya.
Setelah fungsi rem berangsur membaik, Marquez kembali meningkatkan kecepatan. Ia melewati Brad Binder dan Fermin Aldeguer untuk merebut posisi kelima sekaligus menjadi pembalap Ducati terbaik.
Namun, pemulihan tersebut datang terlambat. Marquez finis 7,339 detik di belakang pemenang balapan, Pedro Acosta. Jorge Martin dan Marco Bezzecchi mengisi posisi kedua dan ketiga, sedangkan Ai Ogura finis di posisi keempat.
“Saya merasa sangat beruntung. Target maksimal hari ini seharusnya posisi kedua atau ketiga, tetapi pada akhirnya kami finis kelima,” kata Marquez.
Masalah Terlihat dalam Data Ducati
Satu hal yang cukup melegakan bagi Marquez adalah bahwa gangguan tersebut terekam dalam data motor. Ducati kini dapat memeriksa telemetri untuk mengetahui penyebab perubahan respons rem depan tersebut.
“Hal positifnya, masalah ini bisa terlihat dalam data. Tim dapat menganalisisnya dan mencoba menemukan solusi untuk balapan berikutnya,” jelasnya.
Marquez juga menegaskan bahwa masalah tersebut bukan getaran pada bagian depan motor yang sebelumnya dikeluhkan oleh sejumlah pembalap di antara Tikungan 7 dan 9.
Pemasok rem MotoGP, Brembo, telah berupaya mengatasi keluhan getaran tersebut. Namun, gangguan yang dialami Marquez dalam balapan kali ini berbeda: posisi tuas rem terus berubah dan sulit diprediksi.
Akibatnya, ia harus mengerem dengan sangat hati-hati sambil mencari posisi tuas yang tepat di setiap tikungan. Pendekatan tersebut membuatnya kehilangan banyak waktu sejak lap-lap awal dan gagal mengikuti kecepatan rombongan di depan.
Bukan Hanya Marc Marquez yang Bermasalah
Marquez bukan satu-satunya pembalap Ducati yang mengalami kesulitan di Red Bull Ring.
Fermin Aldeguer mengungkapkan keluhan serupa. Pembalap Gresini tersebut mengatakan rem depannya juga terasa tidak konsisten dan terkadang tidak merespons saat memasuki tikungan.
“Saya juga mengalami banyak masalah dengan rem depan. Di beberapa tikungan, saya tiba tanpa rem. Rasanya aneh,” kata Aldeguer.
Sementara itu, Francesco ‘Pecco’ Bagnaia menghadapi masalah yang berbeda. Ia kesulitan membuat motor berbelok karena Ducati tidak berakselerasi sesuai keinginannya.
Ketika mencoba membawa motor lebih cepat menuju tikungan, Pecco masih harus menahan rem lebih lama untuk menghentikannya. Pembalap Italia tersebut akhirnya finis ketujuh, dua posisi di belakang Marquez.
Jarak dari Jorge Martin Melebar Menjadi 12 Poin
Masalah rem tersebut bukan hanya menggagalkan peluang Marquez untuk naik podium, tetapi juga membuatnya kehilangan poin penting dalam perebutan gelar dunia.
Marquez merasa posisi kedua atau ketiga sebenarnya masih dalam jangkauannya. Namun, ia kehilangan terlalu banyak waktu pada lap-lap awal karena harus mencari tahu respons rem di setiap tikungan.
“Di bagian lain lintasan semuanya konsisten, tetapi kami memiliki satu masalah besar. Pada lap-lap awal saya tidak berani mengerem keras karena masih mencoba memahami posisi tuas di setiap titik pengereman,” jelasnya.
“Target maksimal hari ini seharusnya berada di posisi kedua atau ketiga. Namun, pada akhirnya kami finis kelima.”
Marquez kehilangan tiga poin dari Jorge Martin setelah finis kedua pada Sprint. Ia kemudian kembali kehilangan 9 poin pada balapan utama setelah Martin finis kedua, sehingga jarak keduanya melebar menjadi 12 poin.
Meski gagal meraih podium, posisi kelima setidaknya membantu Marquez membatasi kerugian setelah masalah rem sempat membuatnya mempertimbangkan untuk menghentikan balapan.
Foto: Getty Images | Sumber: The Race









