Kekhawatiran menjelang MotoGP Qatar 2026 membuat para pembalap semakin kompak. Mereka meminta kejelasan soal keselamatan seluruh anggota paddock, sekaligus membahas cara agar suara pembalap lebih diperhitungkan dalam pengambilan keputusan.
MotoGP Qatar 2026 masih dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Internasional Lusail pada 6–8 November. Namun, menjelang keberangkatan dari Malaysia, situasi keamanan di Timur Tengah menjadi pembahasan serius di antara pembalap, tim, dan penyelenggara.
Pertemuan seluruh 22 pembalap telah berlangsung di Phillip Island. Pembicaraan kemudian berlanjut di Sepang bersama para manajer tim dan CEO MotoGP Sports Entertainment, Carmelo Ezpeleta, untuk membahas perlindungan bagi orang-orang yang akan berangkat ke Qatar.
Bastianini Minta Kepastian Sebelum Akhir Pekan Berakhir
Enea Bastianini mengakui bahwa situasinya rumit karena para pembalap tidak memiliki kendali atas perkembangan keamanan di kawasan tersebut. Karena itu, mereka terus berdiskusi dengan tim dan MotoGP Sports Entertainment untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.
Pembalap Tech3 KTM tersebut berharap ada jawaban konkret sebelum akhir pekan MotoGP Malaysia selesai. Waktu yang tersedia semakin sempit karena paddock harus segera melanjutkan perjalanan ke Qatar.
“Kami harus mendapatkan sesuatu yang konkret sebelum akhir pekan ini selesai, karena pekan depan kami sudah berada di sana,” kata Bastianini di Sepang, Kamis (29/10).
Rencana Evakuasi Menjadi Perhatian
Salah satu persoalan yang ingin diperjelas para pembalap adalah kemungkinan evakuasi jika situasi memburuk dan ruang udara ditutup. Kekhawatiran itu menyangkut kemampuan seluruh anggota paddock untuk meninggalkan Qatar dengan aman.
Risiko gangguan perjalanan juga tercantum dalam peringatan resmi pemerintah. Dalam pembaruan 23 Oktober, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mempertahankan Qatar pada Level 3, yaitu anjuran untuk mempertimbangkan kembali perjalanan karena risiko konflik bersenjata.
Pemerintah Australia juga memperingatkan bahwa ruang udara Qatar dapat ditutup dalam waktu singkat. Perkembangan keamanan di kawasan tersebut berpotensi menyebabkan pembatalan penerbangan dan gangguan perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menjelaskan bahwa para pembalap ingin bekerja sama dengan MotoGP untuk meningkatkan perlindungan, jaminan, dan asuransi bagi seluruh anggota paddock.
“Yang kami lakukan sepenuhnya adalah kerja sama untuk memperbaiki kondisi semua orang agar bisa balapan di sana,” ujar pembalap VR46 tersebut.
Dari Pembahasan Qatar ke Dorongan Membentuk Asosiasi
Bagi Bastianini, pembicaraan mengenai Qatar mulai membuka pembahasan yang lebih luas tentang posisi pembalap di MotoGP.
Ia menilai situasi tersebut membuat para pembalap semakin bersatu dan menyadari manfaat memiliki kelompok yang mampu menyuarakan kepentingan bersama. Harapannya, kebersamaan ini bisa menjadi dasar untuk membangun perwakilan pembalap yang lebih kuat.
Tujuan utamanya adalah memberi pembalap pengaruh yang lebih besar ketika keputusan yang menyangkut mereka dibuat. Bastianini juga menekankan bahwa pembicaraan tersebut masih berada pada tahap awal dan membutuhkan kerja lebih lanjut.
Dalam wawancaranya di Sepang, Bastianini mengusulkan agar komunikasi dilanjutkan selama musim dingin untuk membangun asosiasi yang lebih terorganisir. Menurutnya, salah satu persoalan selama ini adalah terbatasnya suara pembalap pada momen-momen penting, termasuk ketika mereka tidak sependapat dengan keputusan tertentu.
Rins Ungkap Ketidakpastian Yamaha
Alex Rins turut mengungkapkan bahwa hingga Rabu (28/10), Yamaha masih belum mengetahui apakah akan berangkat ke Qatar. Ketika berbicara kepada media pada Kamis, ia belum bisa memastikan apakah posisi tersebut telah berubah.
Rins tidak membuka rincian pembicaraan internal, tetapi menegaskan bahwa para pembalap sedang berusaha menjaga kekompakan mereka.
Sementara itu, Carlos Ezpeleta telah melakukan perjalanan ke Doha setelah MotoGP Australia untuk menjalani pembahasan lanjutan mengenai penyelenggaraan balapan.
GP Qatar 2026 sendiri sebelumnya dijadwalkan pada April sebelum dipindahkan ke November akibat situasi geopolitik di Timur Tengah. Saat mengumumkan perubahan tersebut, MotoGP menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan seluruh pihak yang terlibat menjadi prioritas penyelenggaraan.
Foti: MotoGP









