Beranda / MotoGP / Pecco Sebut Solusi Ducati “Tak Lagi Ada”, Tardozzi Mengaku Tak Tahu

Pecco Sebut Solusi Ducati “Tak Lagi Ada”, Tardozzi Mengaku Tak Tahu

Potret Pecco Bagnaia mengenakan jaket Ducati Lenovo dan topi bermotif merah putih.

Francesco ‘Pecco’ Bagnaia menutup MotoGP Malaysia 2026 dengan finis ke-13 setelah kehilangan grip pada ban belakang. Setelah balapan, ia menyinggung perubahan yang pernah membantunya tampil kompetitif, tetapi kini menurutnya “tak lagi ada”.

Pecco Bagnaia kembali kesulitan menemukan kecepatannya di Sepang. Pembalap Ducati Lenovo itu menyelesaikan balapan, Minggu (1/11), di posisi ke-13, tertinggal 32,960 detik dari rekan setimnya sekaligus pemenang balapan, Marc Marquez.

Hasil tersebut jauh berbeda dari penampilannya di Sepang musim lalu. Ketika itu, Bagnaia merebut pole position, memenangkan Sprint, dan bersaing untuk kemenangan Grand Prix sebelum mengalami kebocoran ban.


Grip Ban Belakang Hilang Setelah Lima Lap

Pecco mengatakan bahwa masalah daya cengkeram ban belakang sudah membatasi performanya sejak awal balapan. Upaya menghemat ban pun tidak cukup untuk mempertahankan kecepatan.

“Kemarin saya hanya beruntung karena hujan mulai turun. Hari ini saya menyadari bahwa batas saya ada pada grip. Meski sudah mencoba mengelolanya, setelah 5 lap saya sudah kehilangan grip ban belakang dan harus mulai memikirkan cara agar sekadar bisa menyelesaikan balapan,” ujar Pecco.

Penurunan kecepatannya terlihat jelas dari catatan waktu. Lap terbaik Pecco tercatat 2:00.461 pada putaran keempat, sedangkan lap terakhirnya melambat menjadi 2:05.143, selisih 4,682 detik.

Sebagai pembanding, lap tercepat balapan Moto2 pada hari yang sama dicetak oleh David Alonso dengan 2:04.422. Artinya, lap terakhir Bagnaia 0,721 detik lebih lambat dibandingkan dengan catatan tercepat tersebut.

“Bagi saya, waktu lap terakhir itu sulit dipercaya, mengingat apa yang saya tahu bisa saya lakukan di sini,” katanya.

Dalam wawancara dengan Sky Sport Italia, Pecco juga mengungkapkan bahwa menjelang akhir balapan, ia bahkan tidak bisa menyentuhkan lututnya ke aspal saat melewati tikungan kanan.


Singgung Perubahan di Misano dan Motegi 2025

Menurut Pecco, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengubah setelan motor atau kalibrasi elektronik. Berbagai penyesuaian yang dilakukan sepanjang musim belum menghilangkan masalah yang ia rasakan.

“Masalah saat ini bukan berasal dari setup atau kalibrasi elektronik. Kami telah melakukan perubahan sepanjang tahun, dan masalahnya selalu sama,” jelasnya.

Pecco kemudian merujuk pada tes Misano dan Grand Prix Jepang 2025. Saat itu, menurutnya, ada perubahan di luar penyesuaian rutin yang membuatnya kembali mampu mengendarai Ducati dengan baik.

“Pada tes Misano dan balapan di Jepang tahun lalu, ada sesuatu di luar kalibrasi sederhana yang diubah. Perubahan itu memungkinkan saya untuk kembali membalap dengan baik. Sayangnya, hal itu kini terbukti tidak ada.”

Ia menambahkan bahwa perubahan tersebut sudah tidak ada sejak balapan musim lalu di Jepang. Pecco juga menyebut bahwa perubahan besar pada setelan motor saat warm-up di Sepang tidak mengubah situasinya.

Namun, ketika diminta untuk menjelaskan lebih jauh, ia memilih untuk tidak merinci.

“Itu tidak ada. Mari kita tidak masuk ke detailnya,” jawab Pecco.


Tardozzi Mengaku Tidak Tahu Maksud Pecco

Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi. Ia mengaku tidak mengetahui perubahan spesifik yang dimaksud oleh pembalapnya.

“Sejujurnya, saya tidak tahu apa yang dia maksud. Kami telah melakukan semua yang kami bisa, tetapi sayangnya kami belum menemukan apa yang dia butuhkan,” ujar Tardozzi kepada Sky Sport Italia.

Jenis perubahan yang disebut Bagnaia masih belum terungkap. Ia belum menjelaskan bentuk perubahan tersebut maupun alasan mengapa sesuatu yang pernah membantunya kini disebut tidak ada lagi.


Sumber: Sky Sport Italia

Pantau terus Klasemen MotoGP 2026

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top 5 Klasemen MotoGP

PosRiderPoin
1 🇪🇸 Marc Marquez Ducati Lenovo Team399
2 🇪🇸 Jorge Martín Aprilia Racing355
3 🇮🇹 Marco Bezzecchi Aprilia Racing332
4 🇪🇸 Pedro Acosta Red Bull KTM Factory Racing295
5 🇯🇵 Ai Ogura Trackhouse MotoGP Team278
Lihat Klasemen Lengkap

Top 5 Klasemen F1

PosDriverPoin
1 🇮🇹 Andrea Kimi Antonelli Mercedes340
2 🇬🇧 George Russell Mercedes238
3 🇬🇧 Lewis Hamilton Ferrari229
4 🇳🇱 Max Verstappen Red Bull Racing221
5 🇲🇨 Charles Leclerc Ferrari215
Lihat Klasemen Lengkap