Sejumlah mobil kehilangan tenaga saat formation lap di Sepang. FIA menjelaskan bahwa kombinasi kondisi lintasan basah, putaran mesin rendah, dan pengaturan manajemen energi memicu masalah pada perangkat lunak.
FIA mengungkap penyebab masalah teknis yang menunda start F1 GP Bahrain 2026 di Malaysia. Sejumlah pembalap kesulitan melaju saat menjalani formation lap di belakang safety car, sehingga prosedur start harus dihentikan.
Insiden tersebut memperpanjang penantian di Sirkuit Internasional Sepang pada Minggu (4/10), setelah hujan deras lebih dahulu menunda dimulainya balapan. FIA kemudian mengirimkan pembaruan perangkat lunak kepada seluruh tim agar masalah penyaluran tenaga dapat diatasi sebelum start.
Verstappen dan Hamilton Kehilangan Tenaga
Max Verstappen dan Lewis Hamilton, yang menempati barisan terdepan, termasuk pembalap yang terdampak. Mobil Verstappen sempat melambat sebelum kembali melaju, sedangkan Hamilton membutuhkan waktu lebih lama untuk mengatasi masalahnya.
Pembalap Ferrari itu harus menepi dan tertinggal dari rombongan. Dalam konferensi pers setelah balapan, Hamilton menjelaskan bahwa ia sampai harus menghentikan mobil, mematikan mesin, lalu menyalakannya kembali.
Masalah serupa juga dialami oleh sejumlah mobil lainnya. Situasi tersebut membuat FIA menghentikan prosedur start untuk memberi kesempatan kepada tim untuk menangani gangguan yang muncul.
Kombinasi Kondisi Basah dan Pengaturan Energi Memicu Bug
Dalam pernyataan resminya, FIA mengidentifikasi empat faktor yang memicu kehilangan tenaga: putaran mesin rendah, minimnya cengkeraman lintasan, pengaturan manajemen energi untuk cuaca basah, serta konfigurasi sektor di Sepang.
Direktur Single-Seater FIA, Nikolas Tombazis, menjelaskan bahwa beberapa mobil melaju sangat lambat saat formation lap, bahkan hampir berhenti. Perlambatan itu menimbulkan “concertina effect” ketika mobil di belakang ikut mengerem dan jarak antarmobil semakin rapat.
Dalam kondisi tersebut, bug pada perangkat lunak menghambat penyaluran kembali tenaga. Akibatnya, beberapa pembalap kesulitan berakselerasi meskipun ingin melanjutkan perjalanan.
Tombazis mengakui bahwa pengujian dalam kondisi basah sepanjang tahun ini masih terbatas. Kombinasi situasi yang muncul di Sepang pun belum pernah terdeteksi sebelumnya.
FIA Kirim Pembaruan Software ke Seluruh Tim
Untuk mengatasi gangguan tersebut, Departemen Teknis FIA menghapus batasan energi pada sektor-sektor yang terdampak melalui pembaruan perangkat lunak. Pembaruan itu dikirimkan kepada seluruh tim agar mereka dapat menerapkan perubahan pada power unit sebelum balapan dimulai.
Menurut Tombazis, proses penanganannya membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Waktu tersebut mencakup penerbitan pembaruan, penjelasan kepada tim, pemasangan pada mobil, serta pemeriksaan bahwa seluruh tim telah menerapkannya.
Ia memahami bahwa penundaan itu terasa panjang bagi penonton dan menyampaikan permintaan maaf. Namun, Tombazis menilai tim teknis FIA bereaksi cukup cepat mengingat masalah tersebut muncul mendadak dan harus diselesaikan di bawah tekanan waktu.
Investigasi Lanjutan Akan Dilakukan
FIA menyatakan bahwa gangguan ini belum terdeteksi selama pengujian maupun saat mobil menjalani lap menuju grid. Tim dan pabrikan power unit akan melakukan tinjauan menyeluruh terhadap masalah yang muncul di Sepang.
Pembaruan perangkat lunak memungkinkan balapan untuk akhirnya berlangsung. Namun, FIA masih perlu menelusuri lebih jauh bagaimana kombinasi kondisi tersebut memicu gangguan, serta memastikan masalah serupa dapat dicegah.
Sumber: FIA | Foto: XPB Images









