Marc Marquez memilih menjalani perawatan fisik setelah warm-up dan mengirimkan pemeran pengganti ke acara go-kart MotoGP Jepang. Ia mengakui mendapat teguran, tetapi tetap mengutamakan kesiapan untuk balapan.
Ada cerita unik di balik penampilan sosok berhelm Marc Marquez dalam acara go-kart MotoGP Jepang 2026. Pembalap Ducati Lenovo tersebut ternyata tidak ikut turun ke lintasan. Ia menggunakan pemeran pengganti untuk mewakilinya dalam acara hiburan menjelang balapan utama di Motegi, Minggu (4/10).
Sebagian besar pembalap, termasuk rival perebutan gelarnya, Jorge Martin, mengikuti acara tersebut. Somkiat Chantra keluar sebagai pemenang di depan Pedro Acosta. Namun, Marquez memilih untuk memprioritaskan kondisi fisiknya setelah sesi warm-up.
🤔 @marcmarquez93 is ready to get going… or is he?#JapaneseGP 🇯🇵 https://t.co/WZxx2l86cX
— MotoGP™🏁 (@MotoGP) October 4, 2026
Butuh Perawatan Setelah Warm-Up
Seusai sesi warm-up yang diperpanjang menjadi 20 menit, Marquez menjalani fisioterapi dan mengompres lengan kanannya dengan es, seperti yang biasa ia lakukan. Di tengah persiapan tersebut, muncul ide dari salah satu anggota tim untuk mengirimkan sosok pengganti ke acara go-kart.
“Setelah warm-up, saya membutuhkan es, lalu seseorang datang dan mengatakan bahwa akan menarik jika kami mengirim pemeran pengganti. Jadi, kami melakukannya,” ujar Marquez, seperti dilaporkan Motorsport.com.
Keputusan itu diambil secara spontan. Sosok pengganti tersebut tampil mengenakan helm dan sarung tangan Marquez, tetapi kehadirannya justru menimbulkan kecurigaan di antara pembalap lain.
Mengakui Keputusan “Egois” dan Mendapat Teguran
Marquez memahami tujuan acara tersebut sebagai hiburan bagi para penggemar. Namun, di tengah persaingan gelar juara dunia yang semakin ketat, ia merasa perlu menetapkan prioritas.
“Ada batas yang cukup tipis. Tentu saja saya memahami sisi hiburannya, tetapi kami sedang bertarung untuk memperebutkan gelar juara dunia, bukan sekadar bersenang-senang mengendarai go-kart,” katanya.
Pembalap Spanyol itu mengakui bahwa keputusannya membuatnya mendapat teguran. Meski demikian, ia tetap merasa perlu mengutamakan kesiapan fisik agar bisa tampil maksimal dalam balapan.
“Saya harus menentukan prioritas. Saya memang mendapat teguran, tetapi begitulah kenyataannya,” ujar Marquez.
“Saat ini kami harus bersikap egois dan tampil sebaik mungkin ketika hal itu paling menentukan, yaitu saat balapan.”
Menutup Motegi dengan Poin Maksimal
Pada balapan utama, Marquez berhasil meraih kemenangan setelah start dari posisi kedua. Hasil tersebut melengkapi kemenangannya dalam Sprint pada Sabtu, sehingga ia membawa pulang poin maksimal dari Motegi.
Dua kemenangan itu menghasilkan total 37 poin: 12 dari Sprint dan 25 dari balapan utama. Selisihnya dengan Jorge Martin di puncak klasemen pun menyusut menjadi hanya 2 poin.
Marquez meninggalkan Jepang dengan persaingan gelar yang semakin sengit. Dalam situasi tersebut, ia menegaskan bahwa kesiapan untuk balapan tetap menjadi prioritasnya.
Sumber: MotoGP









