Beranda / F1 / Lewis Hamilton Bercanda soal Kasino Usai Blunder Ban Ferrari di Sepang

Lewis Hamilton Bercanda soal Kasino Usai Blunder Ban Ferrari di Sepang

Lewis Hamilton mengenakan seragam Ferrari, mengangkat trofi dan melambaikan tangan di podium Sepang.

Lewis Hamilton menyelamatkan podium setelah pilihan ban Ferrari membuatnya tertinggal lebih dari 1 menit. Seusai F1 GP Bahrain 2026 di Malaysia, ia menanggapi strategi perjudian tersebut dengan candaan tentang kasino.

Lewis Hamilton masih bisa bercanda setelah menjalani balapan penuh drama di Sirkuit Sepang, Minggu (4/10). Pembalap Ferrari itu finis ketiga meski sempat terlempar ke barisan belakang akibat keputusan untuk memulai balapan dengan ban slick di lintasan yang masih basah.

Berangkat dari posisi kedua, Hamilton kehilangan banyak posisi dan tertinggal lebih dari satu menit dari pemimpin balapan. Ia kemudian bangkit hingga mengamankan podium setelah menyalip Isack Hadjar ketika balapan menyisakan 3 lap.

Ketika ditanya apa yang akan ia sampaikan dalam evaluasi agar Ferrari mengambil keputusan yang lebih baik, Hamilton menjawab sambil bercanda: “Saya tidak akan pergi ke kasino bersama mereka.”


Hamilton Sudah Mengingatkan Lintasan Masih Basah

Persoalan Ferrari bermula setelah prosedur start tertunda akibat hujan dan gangguan penyaluran tenaga yang dialami sejumlah mobil saat formation lap. Hamilton bahkan harus berhenti di lintasan dan menyalakan ulang mobilnya sebelum kembali ke pit lane.

Selama penundaan itu, Ferrari mendiskusikan pilihan ban untuk start. Hamilton merasa lintasan masih terlalu basah, sementara tim memperkirakan permukaannya akan segera mengering.

“Saya pergi ke pit wall dan berkata, ‘Masih basah.’ Tetapi mereka menjawab, ‘Ya, tetapi karena sudah cukup lama, lintasan pasti akan cepat kering dan mungkin kita sudah berada di titik transisi,’” ungkap Hamilton dalam konferensi pers seusai balapan, seperti dilansir dari Crash.

Ferrari akhirnya memilih ban soft, salah satu kompon ban slick untuk lintasan kering. Hamilton langsung menyadari besarnya risiko keputusan tersebut ketika melihat Max Verstappen dan Kimi Antonelli menggunakan ban intermediate.

“Saat kami keluar, cipratan air muncul dari belakang mobil Max. Saya berpikir, ‘Oke, tamat sudah. Balapan saya benar-benar dalam masalah,’” katanya.


Memilih Bertahan hingga Lintasan Mengering

Saat Hamilton terus kehilangan posisi, Ferrari sempat memanggilnya masuk pit untuk beralih ke ban intermediate pada lap kelima. Namun, ia memilih bertahan pada keputusan awal sambil menunggu lintasan mengering.

Hamilton merasa pergantian ban pada tahap tersebut akan menambah kerugian waktu. Begitu kondisi lintasan mulai sesuai untuk ban slick, ia akhirnya bisa memanfaatkan kecepatan mobilnya untuk mengejar para pesaing.

“Mari kita tunggu sampai lintasan kering. Begitu itu terjadi, rasanya menyenangkan bisa kembali mengejar pembalap lain. Mobil terasa sangat bagus setelahnya,” ujar Hamilton.

Ia juga memuji kerja kru Ferrari dalam pit stop dan keputusan strategi berikutnya yang membantu pemulihan posisinya.

“Untuk bisa kembali ke podium, saya tidak pernah menyangka hal itu akan terjadi. Saya benar-benar bersyukur kami berhasil kembali ke sini.”


Tetap Bangga pada Tim, tetapi Menginginkan Perbaikan

Di balik candaan kasino tersebut, Hamilton menegaskan bahwa Ferrari perlu membahas kesalahan mereka secara terbuka. Ia tetap menghargai kerja para mekanik, insinyur, dan seluruh anggota tim sepanjang akhir pekan.

“Kami jelas memiliki area yang perlu ditingkatkan, dan kami menyadarinya. Kami tidak menyangkal hal itu,” katanya.

“Saya pikir kami akan melakukan pembicaraan yang konstruktif, berkumpul kembali, mengambil sisi positif dari akhir pekan ini karena mobil sebenarnya sangat bagus, dan kembali bertarung minggu depan.”

Hamilton merasa performa Ferrari di Sepang memberinya peluang untuk menantang Verstappen memperebutkan kemenangan. Ia berharap kesempatan tersebut bisa kembali muncul pada balapan berikutnya.


Vasseur Akui Ferrari Salah Memilih Ban

Kepala tim Ferrari, Fred Vasseur, mengakui bahwa keputusan untuk menggunakan ban slick saat start akhirnya terbukti keliru. Ia menjelaskan bahwa menilai kondisi seluruh lintasan dari pit lane bukanlah perkara mudah.

“Dari pit lane, Anda tidak memiliki gambaran menyeluruh tentang lintasan dan tidak mudah memahami situasi yang sebenarnya. Tetapi yang pasti, kami berada di pihak yang salah,” ujar Vasseur kepada Sky Sports F1.

Meski kecewa dengan keputusan awal, Vasseur menilai hasil akhir Ferrari menunjukkan performa yang kuat. Hamilton berhasil finis ketiga, sementara Charles Leclerc menyelesaikan balapan tepat di belakangnya di posisi keempat.


Sumber: Crash & Sky Sports F1 | Foto: F1

Pantau terus Klasemen Formula 1 2026

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top 5 Klasemen MotoGP

PosRiderPoin
1 🇪🇸 Marc Marquez Ducati Lenovo Team365
2 🇪🇸 Jorge Martín Aprilia Racing355
3 🇮🇹 Marco Bezzecchi Aprilia Racing315
4 🇯🇵 Ai Ogura Trackhouse MotoGP Team263
5 🇪🇸 Pedro Acosta Red Bull KTM Factory Racing263
Lihat Klasemen Lengkap

Top 5 Klasemen F1

PosDriverPoin
1 🇮🇹 Andrea Kimi Antonelli Mercedes340
2 🇬🇧 George Russell Mercedes238
3 🇬🇧 Lewis Hamilton Ferrari229
4 🇳🇱 Max Verstappen Red Bull Racing221
5 🇲🇨 Charles Leclerc Ferrari215
Lihat Klasemen Lengkap