Pedro Acosta akan menjalani operasi setelah gagal finis di MotoGP Belanda 2026 akibat masalah carpal tunnel yang membuatnya kehilangan sensasi pada jari tangan.
Pedro Acosta dipastikan akan menjalani operasi pada pekan ini setelah gagal finis di balapan utama MotoGP Belanda 2026.
Pembalap Red Bull KTM tersebut mengungkapkan bahwa masalah carpal tunnel syndrome menjadi penyebab utama dirinya harus menyudahi balapan lebih awal di Sirkuit Assen.
Acosta sempat bertarung sengit dengan Marc Marquez dan Francesco ‘Pecco’ Bagnaia untuk memperebutkan posisi keempat. Namun, ia tiba-tiba menegakkan badan, melambat, lalu masuk ke pit.
Awalnya, banyak yang mengira motor KTM RC16 miliknya kembali mengalami masalah teknis. Namun, dugaan itu terbantahkan setelah Acosta terlihat berulang kali mengibas-ngibaskan lengan kanannya di lintasan.
Acosta Kehilangan Sensasi di Tiga Jari

Setelah balapan, Acosta menjelaskan bahwa rasa sakit tersebut sebenarnya sudah ia alami sejak lama. Kondisinya memburuk di Assen, terutama saat ia harus terus menekan batas fisiknya dalam pertarungan ketat di grup depan.
“Saya sudah menderita sakit ini selama satu tahun, dan rasanya benar-benar kehilangan sensasi pada tiga jari tangan ini,” ungkap Acosta, dilansir dari Crash.
Menurut Acosta, tingkat rasa sakit bisa berbeda-beda di setiap sirkuit. Namun, masalah tersebut mulai terasa sangat mengganggu sejak Sprint Race pada hari Sabtu.
“Di beberapa sirkuit rasanya bisa lebih parah, di tempat lain bisa lebih mendingan. Tapi sejak hari Sabtu saat Sprint Race, saya sudah mulai tersiksa sejak lap ketiga. Bedanya, kemarin setidaknya saya masih tahu dan bisa merasakan letak tuas remnya,” lanjutnya.
Tidak Bisa Merasakan Tuas Rem
Masalah tersebut mencapai titik terburuk pada balapan utama pada hari Minggu. Saat membuntuti Marc Marquez, Acosta mengaku tidak lagi bisa merasakan tuas rem dengan normal.
“Hari ini, ketika berada di belakang Marc, saya bahkan tidak bisa merasakan apakah tuas rem itu ada di genggaman tangan saya atau tidak. Karena kondisi ini, hari Selasa besok kami memutuskan untuk langsung melakukan operasi,” jelasnya.
Situasi ini membuat Acosta tidak punya pilihan selain menghentikan balapan. Dalam kondisi seperti itu, melanjutkan race akan terlalu berisiko, terutama di lintasan cepat seperti Assen.
Bukan Arm Pump, tapi Carpal Tunnel
Acosta juga menegaskan bahwa masalah yang ia alami bukanlah arm pump, cedera yang cukup umum terjadi di kalangan pembalap MotoGP.
“Ini bukan arm pump. Ini di pergelangan tangan, masalah carpal tunnel,” tegas rider berjuluk El Tiburon tersebut.
Kegagalan finis di Assen menjadi pukulan telak bagi Acosta. Dari dua seri terakhir MotoGP 2026, ia hanya mampu mengumpulkan 1 poin.
Operasi ini diharapkan dapat membantu Acosta mengatasi masalah yang telah mengganggunya selama setahun terakhir, sekaligus memulihkan performanya di paruh kedua musim 2026.
Foto: Gold & Goose






