Beranda / MotoGP / Aspal Sepang Rontok, Di Giannantonio: “Seperti Trek Motocross”

Aspal Sepang Rontok, Di Giannantonio: “Seperti Trek Motocross”

Detail permukaan aspal Sirkuit Sepang dengan tekstur kasar dan papan Petronas di latar belakang.

Kondisi aspal Sepang menjadi sorotan pada MotoGP Malaysia 2026. Sejumlah pembalap mengeluhkan serpihan yang menghantam tubuh, grip yang menurun, hingga kerusakan radiator, sementara rencana pengaspalan ulang belum terlaksana.

Masalah permukaan lintasan kembali menjadi pembicaraan setelah sesi FP1 dan Practice di Sirkuit Internasional Sepang, Jumat (30/10). Butiran batu yang terlepas dari aspal terlempar ke arah pembalap yang mengikuti motor lain, dan sebagian dilaporkan mengalami memar ringan.

Fabio Di Giannantonio bahkan menyebut Sepang sudah menyerupai trek motocross setelah menerima hantaman serpihan saat latihan start.


Serpihan Aspal Menghantam Pembalap

Detail permukaan aspal Sirkuit Sepang dengan tekstur kasar dan papan Petronas di latar belakang.
Permukaan aspal Sepang menjadi sorotan setelah pembalap MotoGP mengeluhkan serpihan yang terlepas selama latihan Jumat.

“Sekarang ini seperti trek motocross. Kami perlu memakai pelindung dada. Banyak batu terlempar dari aspal. Saya terkena banyak hantaman saat latihan start di belakang pembalap lain,” ujar Di Giannantonio saat media scrum.

Keluhan serupa disampaikan Johann Zarco. Pembalap LCR Honda itu menjelaskan bahwa persoalannya lebih terasa saat mengikuti motor lain.

“Saat melaju sendirian, kelihatannya normal. Tetapi ketika mengikuti pembalap lain, tubuh saya terkena serpihan aspal,” kata Zarco.

Ia memperkirakan pembalap yang berada di belakang akan menghadapi banyak hantaman pada lengan dan leher selama Sprint.

Dampaknya juga dirasakan pada motor. Luca Marini mengatakan ia harus mengakhiri salah satu rangkaian lap lebih awal setelah sebuah batu merusak radiator Honda RC213V miliknya.


Mengapa Pengaspalan Ulang Sepang Tertunda?

Menurut laporan The Race, Sepang terakhir kali diaspal ulang sekitar satu dekade lalu. Permukaan baru sebenarnya dijadwalkan tersedia sebelum MotoGP Malaysia tahun ini, tetapi pekerjaan tersebut tertunda akibat kendala logistik yang terkait dengan situasi geopolitik di Timur Tengah.

Sepang juga menjadi tuan rumah GP Bahrain Formula 1 pada 2–4 Oktober 2026, menggantikan penyelenggaraan di Sakhir. Balapan itu secara resmi digelar dengan nama GP Bahrain di Malaysia.

Laporan The Race mengaitkan beban mobil F1 dengan kerusakan tambahan di sejumlah tikungan. Persiapan balapan juga mencakup pekerjaan meratakan lintasan lurus untuk mengurangi gelombang. Namun, pembalap kemudian mendapati butiran batu terlepas dari permukaan saat motor berakselerasi.

Jack Miller menegaskan bahwa keluhan mengenai kondisi aspal sudah disampaikan sejak tes pramusim.

“Kami sudah memberi tahu mereka saat tes. Di Tikungan 1, butiran batunya sudah habis. Tikungan 4 juga sama. Batu-batu itu terlepas dari aspal,” ujar Miller.

Pembalap Pramac Yamaha tersebut menilai kedatangan F1 turut memperburuk situasi di lintasan yang sejak awal sudah membutuhkan pengaspalan ulang.


Grip dan Performa Ban Ikut Dikeluhkan

Persoalan Sepang juga berkaitan dengan daya cengkeram ban.

Augusto Fernandez, yang banyak menjalani pengujian bersama Yamaha di Sepang tahun ini, merasa kondisi lintasan memburuk dibandingkan saat tes. Menurutnya, grip berkurang dan performa ban turun cukup tajam setelah 1–2 lap.

Ia menjelaskan bahwa pembalap yang terlalu memaksakan diri di awal lap dapat kehilangan performa saat memasuki sektor terakhir.

Pedro Acosta juga menilai kondisi aspal terus memburuk dari tahun ke tahun, dengan serpihan yang terlepas menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi para pembalap.


Marc dan Alex Marquez Punya Penilaian Berbeda

Tingkat kekhawatiran para pembalap tidak sepenuhnya sama.

Alex Marquez merasa kondisi permukaan secara umum masih mirip dengan tahun lalu. Meski begitu, ia mengakui ada tiga atau empat titik yang sudah mendekati batas kelayakan dan keselamatan untuk digunakan untuk membalap.

Marc Marquez juga tidak merasakan perubahan sebesar yang dikeluhkan oleh sebagian rivalnya.

“Sejujurnya, saya tidak merasakan perbedaan besar dibandingkan dengan tes,” kata Marquez.

Namun, pembalap Ducati Lenovo itu tetap menilai bahwa Sepang sudah membutuhkan pengaspalan ulang, sebagaimana telah disampaikan sejak tahun lalu.


Pernah Terjadi di MotoGP Brasil

MotoGP menghadapi masalah serupa di Goiania pada awal musim 2026. Kerusakan permukaan lintasan saat balapan kelas pendukung membuat jarak balapan utama dipangkas menjelang start.

Untuk Sepang, Miller meminta agar perbaikan dilakukan sebelum para pembalap kembali menjalani pengujian pramusim berikutnya.

“Ini jelas sesuatu yang harus diperbaiki sebelum kami datang untuk tes pada awal tahun depan,” tegasnya.


Foto: Gold & Goose

Pantau terus Klasemen MotoGP 2026

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top 5 Klasemen MotoGP

PosRiderPoin
1 🇪🇸 Marc Marquez Ducati Lenovo Team365
2 🇪🇸 Jorge Martín Aprilia Racing355
3 🇮🇹 Marco Bezzecchi Aprilia Racing315
4 🇯🇵 Ai Ogura Trackhouse MotoGP Team263
5 🇪🇸 Pedro Acosta Red Bull KTM Factory Racing263
Lihat Klasemen Lengkap

Top 5 Klasemen F1

PosDriverPoin
1 🇮🇹 Andrea Kimi Antonelli Mercedes340
2 🇬🇧 George Russell Mercedes238
3 🇬🇧 Lewis Hamilton Ferrari229
4 🇳🇱 Max Verstappen Red Bull Racing221
5 🇲🇨 Charles Leclerc Ferrari215
Lihat Klasemen Lengkap