Jorge Martin merasa peluangnya untuk merebut gelar MotoGP 2026 sudah berakhir setelah mundur dari Grand Prix Malaysia. Namun, pembalap Aprilia itu tetap bertekad untuk berjuang hingga akhir musim.
Jorge Martin meninggalkan Sepang dengan kekecewaan setelah upayanya membalap dengan pergelangan tangan kanan yang retak harus dihentikan. Ia kini memilih berfokus pada pemulihan, sekaligus mengubah cara pandangnya terhadap persaingan untuk meraih gelar juara dunia.
“Mungkin saya masih bisa memenangkannya, tetapi bagi saya gelar itu sudah lepas,” ujar Martin.
Meski merasa kesempatan itu telah hilang, Martin tetap ingin memberikan yang terbaik bagi tim dan orang-orang yang mendukungnya. Juara dunia MotoGP 2024 itu menegaskan bahwa perjuangannya musim ini akan berlanjut.
Peluang Matematis Masih Terbuka
Martin memasuki akhir pekan Malaysia dengan tertinggal 10 poin dari Marc Marquez. Cedera yang dialaminya dalam Sprint MotoGP Australia membuat upaya mengejar rival Ducati tersebut semakin sulit.
Secara matematis, Martin masih memiliki peluang untuk menjadi juara. Berdasarkan kalender yang dijadwalkan, masih ada tiga putaran dengan total maksimal 111 poin yang bisa diperebutkan setelah Malaysia.
Namun, absennya Martin dari Sprint dan balapan utama di Sepang memberi Marquez kesempatan untuk memperlebar keunggulan tanpa perlawanan langsung dari rival terdekatnya.
Pergelangan Tangan Belum Siap untuk Balapan
Martin sebenarnya sudah mendapat izin medis untuk mencoba tampil di Sepang. Ia menyelesaikan 12 lap pada FP1, kemudian kembali dinyatakan fit setelah menjalani pemeriksaan lanjutan.
Pada Practice Jumat sore, ia hanya menjalani beberapa lap sebelum menghentikan sesi untuk memberi tubuhnya waktu beristirahat. Keputusan itu diambil bersama tim dan Direktur Medis MotoGP, dr. Angel Charte.
Martin kembali mencoba pada FP2, Sabtu (31/10), dengan menyelesaikan delapan lap dalam tiga kali keluar lintasan. Meski kondisinya terasa lebih baik dibandingkan Jumat, ia belum mampu mengerem dengan kekuatan yang dibutuhkan.
Martin menjelaskan bahwa ia bisa berkendara dengan rasa sakit yang minimal untuk sekitar satu lap. Setelah itu, nyeri meningkat dan membuatnya kesulitan mempertahankan performa secara konsisten.
Fokus Pemulihan dan Target Kembali di Qatar
Pengalaman menghadapi cedera sebelumnya turut memengaruhi keputusan Martin. Ia menyadari bahwa memaksakan diri dalam kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko terjatuh dan memperburuk cedera.
Aprilia kini memprioritaskan kepulangannya ke Spanyol untuk melanjutkan pemulihan. Manajer tim Paolo Bonora menjelaskan bahwa kondisi Martin akan dipantau dari hari ke hari, dengan Qatar sebagai target berikutnya.
Grand Prix Qatar dijadwalkan berlangsung pada 6–8 November 2026 di Sirkuit Lusail. Kembalinya Martin tetap bergantung pada perkembangan kondisi fisiknya.









