Jorge Martinez “Aspar” menilai Marc Marquez memiliki kecepatan yang lebih tinggi daripada Valentino Rossi. Namun, mantan rival Rossi di kelas 125cc itu menganggap The Doctor mungkin lebih komplet sebagai pembalap.
Jorge Martinez “Aspar” memberikan pandangannya tentang perbandingan antara Marc Marquez dan Valentino Rossi. Bagi bos tim Aspar tersebut, kedua pembalap memiliki karakter yang berbeda, dengan keunggulan masing-masing.
Aspar menilai Rossi mungkin lebih komplet sebagai pembalap. Namun, ketika membahas kecepatan, ia menjatuhkan pilihan kepada Marquez.
“Mereka sangat berbeda. Menurut saya, Valentino mungkin lebih komplet sebagai pembalap, tetapi bagi saya Marc jauh lebih cepat,” ujar Aspar dalam podcast Fast & Curious.
Aspar pernah menghadapi Rossi secara langsung pada awal karier pembalap Italia tersebut di kelas 125cc. Ia menjadi lawan yang dikalahkan Rossi ketika The Doctor meraih kemenangan Grand Prix pertamanya di Brno pada 1996.
Kini, Aspar memimpin tim di Moto2 dan Moto3. Timnya baru saja mengantarkan Maximo Quiles meraih gelar juara dunia Moto3 2026 di Mandalika. Quiles sendiri merupakan pembalap muda yang mendapat dukungan dari Marquez.
Kagumi Cara Marquez Bangkit dari Cedera
Kekaguman Aspar terhadap Marquez juga berkaitan dengan perjalanan kariernya. Ia menyoroti agresivitas pembalap Spanyol itu, keberaniannya mencari batas kemampuan motor, serta ketangguhannya dalam menghadapi cedera.
“Saya sangat mengagumi cara dia menjalani kariernya, agresivitasnya, keinginannya untuk terus mencari batas, dan terutama bagaimana dia berhasil melewati berbagai cedera,” katanya.
Menurut Aspar, kemampuan Marquez untuk bangkit setelah menghadapi berbagai masalah fisik menunjukkan kekuatan mental yang luar biasa.
“Marc adalah pembalap yang layak dipelajari dari sisi mental. Dia memiliki ketangguhan yang luar biasa.”
“Valentino juga istimewa dalam hal ini, tetapi apa yang harus dihadapi dan dilewati Marc sepanjang kariernya membuat saya sangat kagum.”
Marquez Kini Lebih Penuh Perhitungan
Aspar juga melihat perubahan dalam pendekatan Marquez sejak mengalami cedera serius pada tahun 2020. Pembalap yang dahulu dikenal berani mengambil risiko besar kini dinilai lebih cermat dalam menentukan kapan harus menyerang.
“Marc yang kita lihat hingga 2019 adalah pembalap yang mempertaruhkan segalanya. Menang atau jatuh, dia sangat agresif,” ujar Aspar.
“Sekarang dia jauh lebih banyak berpikir dan berusaha mengurangi risiko. Itu wajar karena pengalamannya bertambah; dia pernah mengalami cedera yang sangat serius dan sudah memenangkan banyak gelar.”
Bagi Aspar, pengalaman tersebut turut mengubah cara Marquez menghadapi balapan. Ia melihat pembalap Ducati itu semakin mampu mempertimbangkan risiko tanpa kehilangan kecepatan yang menjadi ciri khasnya.
Pengereman Marquez Masih Jadi Tolok Ukur
Meski pendekatannya berubah, Aspar tetap menempatkan Marquez sebagai pembalap acuan. Salah satu hal yang paling membuatnya terkesan adalah kemampuan Marquez saat mengerem dan masuk ke tikungan.
“Bagi saya, dia tetap menjadi tolok ukur. Lihat saja ketika dia berada di lintasan, terutama saat mengerem dan masuk tikungan,” katanya.
“Anda melihatnya datang dan berpikir dia tidak akan bisa menghentikan motornya, tetapi ternyata dia bisa.”
Aspar juga menyoroti cara Marquez memulai sesi latihan. Menurutnya, pembalap bernomor 93 tersebut langsung berusaha memahami batas kemampuan motornya sejak awal.
“Pembalap lain memulai dengan lebih hati-hati. Dia sudah mencari batas sejak menit pertama latihan. Itulah salah satu hal yang paling membedakannya.”
Sumber: Fast & Curious Podcast | Foto: Gold and Goose









