Marc Marquez menanggapi kemungkinan penggunaan team order dalam perebutan gelar MotoGP 2026. Menurutnya, pembalap yang memiliki kecepatan tidak perlu mengandalkan instruksi tim untuk meraih hasil.
Marc Marquez memilih fokus pada performanya sendiri di tengah pembicaraan mengenai kemungkinan Ducati dan Aprilia menerapkan team order pada sisa musim MotoGP 2026.
Pembalap Ducati tersebut tiba di Phillip Island untuk menghadapi GP Australia dengan ketertinggalan hanya 2 poin dari Jorge Martin. Dengan 5 putaran tersisa, setiap posisi dapat memengaruhi persaingan gelar.
Namun, bagi Marquez, kecepatan tetap menjadi modal utama untuk menghadapi para rivalnya.
“Kalau Punya Kecepatan, Tidak Butuh Team Order”
Berbicara di Phillip Island pada Kamis (22/10), Marquez menegaskan bahwa ia tetap bekerja sama dengan Ducati untuk meraih hasil maksimal.
“Saya akan selalu mengatakan bahwa kami adalah sebuah tim. Saya bersama Ducati, tim saya, dan staf saya. Kami berusaha memberikan yang terbaik,” ujar Marquez, dikutip dari Crash.
“Soal team order, kalau Anda punya kecepatan, Anda tidak membutuhkannya. Kalau tidak punya kecepatan, barulah Anda membutuhkannya.”
Untuk saat ini, Marquez ingin memusatkan perhatian pada hal yang bisa ia kendalikan: penampilannya di lintasan.
“Jadi, kita lihat saja nanti. Saat ini saya fokus pada diri sendiri dan berusaha memberikan 100 persen. Kami masih perlu melihat apakah kami bisa melawan rombongan besar Aprilia itu.”
Pembicaraan mengenai team order semakin ramai setelah GP Indonesia. Pertemuan yang melibatkan empat pembalap Aprilia di Phillip Island pun memunculkan dugaan bahwa strategi tersebut mulai dibahas.
Namun, Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez membantah bahwa pertemuan itu membahas tentang team order. Bezzecchi menyebutnya sebagai pertemuan biasa, sementara Fernandez bercanda bahwa mereka hanya berkumpul untuk minum kopi.
Marquez Mengaku Sempat Ragu di Mandalika
Marquez datang ke Australia setelah melewati akhir pekan yang sulit di Mandalika, dengan hasil yang penting bagi peluang juaranya. Kemenangan Sprint dan finis keenam pada balapan utama membuatnya mengumpulkan poin yang sama dengan Martin.
Hasil itu memastikan jarak keduanya tetap 2 poin. Namun, Marquez mengakui bahwa ia sempat menyimpan keraguan besar ketika baru tiba di Indonesia.
“Lombok adalah akhir pekan yang sangat bagus. Saya bisa menyebutnya akhir pekan yang sempurna bagi kami karena poin saya sama dengan Martin, dan kami hanya kehilangan tiga poin dari Bezzecchi,” katanya.
“Padahal, saya datang ke sirkuit itu dengan keraguan besar, meskipun saya tidak mengatakannya pada Kamis saat itu.”
Marquez menilai kerja timnya sepanjang akhir pekan membantu Ducati melewati tantangan tersebut. Kini, ia menghadapi sirkuit yang lebih disukainya, meski tetap memperhitungkan kekuatan Aprilia.
Suka Phillip Island, Tetap Waspadai Aprilia
Karakter Phillip Island memberi Marquez alasan untuk optimis. Anti-clockwise yang membuatnya memiliki banyak tikungan kiri menjadi salah satu faktor yang sesuai dengan gaya balapnya.
Meski demikian, ia belum ingin menarik kesimpulan sebelum mengetahui posisi Ducati dibandingkan dengan para pembalap Aprilia dalam sesi latihan.
“Kami perlu mengevaluasi semuanya akhir pekan ini, terutama karena prakiraan cuaca untuk Sabtu dan Minggu terlihat kurang bagus,” ujarnya.
“Ini sirkuit yang saya sukai, dengan tikungan-tikungan kiri tempat saya biasanya tampil bagus.”
Marquez juga mengingatkan bahwa kecepatan Aprilia di Phillip Island tahun lalu patut menjadi perhatian.
“Ini sirkuit yang sangat cepat, dan Aprilia tampil sangat baik di sini tahun lalu. Jadi, saya memperkirakan mereka akan kembali kuat tahun ini.”
Sumber & Foto: MotoGP









