Livery garuda merah, aksen api emas, dan kuning neon khas VR46 menghiasi Ducati Desmosedici untuk balapan MotoGP Indonesia di Mandalika.
Pertamina Enduro VR46 Racing Team memperkenalkan livery spesial bertema Garuda untuk MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, pada 9–11 Oktober. Desain baru tersebut diluncurkan di Unit Produksi Jakarta milik Pertamina Lubricants pada Selasa (6/10).
Tim milik Valentino Rossi itu kembali memberi penghormatan kepada Indonesia, yang menjadi rumah kedua mereka berkat kerja sama dengan Pertamina Lubricants melalui merek pelumas Pertamina Enduro. Kemitraan sebagai sponsor utama tersebut dimulai pada musim 2024.
Ini merupakan tahun ketiga beruntun VR46 menggunakan livery khusus untuk balapan di Indonesia.
Garuda Membentangkan Sayap di Ducati VR46
Motif Garuda menjadi pusat perhatian pada Ducati Desmosedici GP yang akan digunakan oleh Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli. Sayapnya membentang di kedua sisi motor, sementara bagian kepala ditempatkan di atas tangki bahan bakar.
Merah dan putih mendominasi desainnya. Warna putih menjadi latar, sedangkan merah membentuk sosok Garuda. Aksen lidah api berwarna emas melengkapi corak tersebut, berpadu dengan kuning neon khas VR46 yang tetap menonjol di bagian depan motor.
Livery spesial ini kembali dirancang oleh Aldo Drudi bersama Drudi Performance.
Menurut penjelasan tim, Garuda dipilih karena melambangkan semangat juang dan keberanian, nilai yang juga dipegang teguh oleh VR46. Simbol yang berakar pada mitologi Hindu dan Buddha itu kemudian menjadi bagian dari identitas Indonesia melalui Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Tema tersebut juga tercermin pada pakaian tim. VR46 akan mengenakan koleksi khusus Kappa dengan motif Garuda dan kombinasi warna yang senada dengan motor.
Misi Bangkit Setelah Balapan Sulit di Jepang
Di balik tampilan baru tersebut, VR46 membawa pekerjaan rumah dari Grand Prix Jepang. Morbidelli hanya finis ke-15 dan meraih 1 poin, sedangkan Di Giannantonio menyelesaikan balapan di posisi ke-18.
Dalam laporan resmi tim, Di Giannantonio menjelaskan bahwa kondisinya belum pulih setelah kecelakaan pada Sprint. Nyeri pada rusuk dan pinggul, terutama di sisi kanan tubuhnya, membuat ia kesulitan bergerak di atas motor dan mempertahankan kecepatan saat balap.
Usai Motegi, Di Giannantonio berada di posisi keenam klasemen dengan 230 poin, tertinggal 103 poin dari pemimpin kejuaraan, Jorge Martin. Dengan enam seri yang masih dijadwalkan, jarak tersebut membuat perjuangannya menuju gelar semakin berat.
Pemulihan kondisi fisik menjadi prioritas Di Giannantonio menjelang Mandalika. Ia ingin kembali mendekati kondisi terbaiknya agar bisa tampil maksimal di hadapan para penggemar Indonesia.
Mandalika Terakhir bagi Duet Di Giannantonio–Morbidelli
MotoGP Indonesia 2026 juga akan menjadi penampilan terakhir Di Giannantonio dan Morbidelli di Mandalika sebagai pasangan pembalap VR46.
Di Giannantonio akan bergabung dengan tim pabrikan Red Bull KTM pada 2027. Sementara itu, Morbidelli akan pindah ke WorldSBK bersama Aruba.it Racing–Ducati, dengan kepindahannya yang resmi diumumkan pada Senin (5/10).
Musim depan, VR46 akan mengandalkan Fermin Aldeguer dan Nicolo Bulega. Bagi duet pembalap saat ini, akhir pekan di Mandalika menjadi kesempatan untuk meraih hasil yang lebih baik dalam balapan yang memiliki arti khusus bagi tim.
Sumber: MotoGP | Foto: Gold & Goose









