Pembalap MotoGP yang berulang kali melewatkan kegiatan promosi wajib bisa kehilangan jatah waktu latihan hingga menerima penalti turun grid, menurut laporan The Race.
MotoGP dilaporkan memperketat sanksi bagi pembalap yang tidak memenuhi kewajiban untuk menghadiri acara promosi selama akhir pekan balapan. Hukuman diberikan secara bertahap, mulai dari peringatan, denda, hingga sanksi yang memengaruhi aktivitas mereka di lintasan.
Menurut laporan The Race, rincian tersebut disampaikan melalui email internal dari asosiasi tim balap IRTA kepada tim-tim pada Jumat (23/10), saat Grand Prix Australia berlangsung di Phillip Island. Media tersebut mengaku telah melihat dokumen yang memuat skema hukuman.
Dokumen itu menyebut pelanggaran berulang sebagai alasan perlunya mekanisme sanksi yang jelas. Tujuannya adalah memastikan komitmen kejuaraan kepada penggemar, mitra komersial, dan penyelenggara acara tetap terpenuhi.
Enam Tahap Sanksi MotoGP untuk Pembalap yang Absen

Berdasarkan dokumen yang dikutip The Race, berikut tahapan sanksinya:
- Pelanggaran pertama: Peringatan resmi.
- Pelanggaran kedua: Denda €5.000.
- Pelanggaran ketiga: Denda €10.000.
- Pelanggaran keempat: Denda €15.000 dan perkara diteruskan kepada FIM MotoGP Stewards untuk pemberian peringatan resmi.
- Pelanggaran kelima: Larangan mengikuti sebagian sesi latihan, sehingga jatah waktu pembalap di lintasan berkurang.
- Pelanggaran keenam: Penalti turun grid yang dijatuhkan oleh FIM MotoGP Stewards.
Laporan tersebut belum merinci durasi pengurangan waktu latihan maupun jumlah posisi dalam penalti grid.
Acara Wajib dan Pengecualian Medis
Kegiatan yang tercantum meliputi konferensi pers pada Kamis, aktivitas promosi sebelum balapan, parade pembalap pada Minggu pagi, serta sesi tanda tangan atau Hero Walk dengan kewajiban hadir minimal 10 menit.
Datang terlambat atau meninggalkan acara lebih awal akan dianggap sebagai ketidakhadiran.
Pengecualian dapat diberikan kepada pembalap yang mengalami cedera atau memerlukan perawatan medis. Pembalap yang sebelumnya sudah memiliki jadwal kegiatan promosi bersama tim juga dapat memperoleh pengecualian.
Dalam dokumen tersebut, kejuaraan menyebutkan kegiatan media, promosi, dan interaksi dengan penggemar sebagai bagian dari tanggung jawab atlet, sebagaimana berlaku dalam olahraga profesional lainnya.
Marquez Pilih Pemulihan Ketimbang Ikut Gokar
Rincian sanksi ini muncul setelah perdebatan mengenai absennya Marc Marquez dari kegiatan gokar pada Minggu pagi di Grand Prix Jepang.
Marquez sempat mengirim orang pengganti sebelum pihak kejuaraan mengetahui hal itu dan menegurnya. Pembalap Ducati itu menjelaskan bahwa ia membutuhkan kompres es untuk bahu kanannya setelah sesi warm-up.
“Ada batasnya. Tentu saya mengerti soal hiburan, tetapi kami sedang bertarung untuk gelar juara. Kami tidak berada di sini untuk main-main atau ikut balapan gokar,” ujar Marquez.
Ia mengakui pentingnya aspek hiburan dalam pengembangan MotoGP, yang kini berada di bawah kepemilikan Liberty Media. Namun, kondisi fisik dan persiapannya untuk menghadapi balapan tetap menjadi prioritas.
“Mereka menegur saya, tetapi pada saat seperti ini Anda harus egois dan tampil maksimal saat paling dibutuhkan, yaitu saat balapan.”
Warm-up Minggu Pagi Dihapus Mulai 2027
MotoGP sebelumnya telah mengumumkan perubahan format akhir pekan 2027 pada 7 Oktober, termasuk penghapusan sesi warm-up terpisah pada Minggu pagi.
Sebagai gantinya, pit lane akan dibuka selama 10 menit sebelum Grand Prix. Pembalap dapat melakukan beberapa lap peninjauan untuk memeriksa kesiapan motor sebelum balapan dimulai.
Sumber: The Race | Foto: MotoGP









