Jorge Martin bersiap menghadapi akhir pekan yang sulit dan menyakitkan di MotoGP Malaysia 2026. Pergelangan tangan kanannya belum pulih, tetapi pembalap Aprilia itu tetap ingin menjaga peluang juara.
Martin mendapat izin mengikuti FP1 di Sepang setelah menjalani pemeriksaan medis pada Kamis (29/10). Namun, kondisinya akan dievaluasi kembali setelah sesi tersebut. Artinya, ia masih harus melewati penilaian berikutnya sebelum kepastian untuk melanjutkan akhir pekan bisa diberikan.
Menyikat Gigi Pun Harus dengan Tangan Kiri
Keterbatasan Martin bukan hanya terasa ketika membayangkan kembali mengendarai motor MotoGP. Untuk aktivitas sehari-hari sesederhana menyikat gigi, ia masih harus mengandalkan tangan kiri.
“Saya masih belum bisa menyikat gigi. Saya melakukannya dengan tangan kiri,” kata Martin saat media scrum, Kamis (29/10).
Ia memperkirakan bahwa kembali ke lintasan akan terasa sangat sulit dan menyakitkan. Cedera tersebut berada di tangan kanan yang digunakan untuk mengoperasikan gas dan rem depan. Sepang, dengan banyak tikungan ke kanan, semakin menambah tantangannya.
Tulang Belum Sembuh, tetapi Ingin Mencoba
Martin mengakui bahwa tanpa persaingan gelar juara dunia, pilihannya akan berbeda. Dalam keadaan biasa, ia akan mengenakan gips dan menunggu 4 hingga 5 minggu.
Namun, situasi kejuaraan membuatnya ingin mencoba kembali lebih cepat.
“Tulangnya belum sembuh. Masih patah. Jadi, saya akan membalap dengan pergelangan tangan yang patah,” ujarnya.
Selama berada di Kuala Lumpur, Martin telah menjalani berbagai perawatan untuk memperbaiki kondisinya. Meski begitu, ia memahami bahwa penyembuhan tulang tetap membutuhkan waktu dan tidak bisa dipercepat sesuka hati.
Fokus Mencoba Motor Sebelum Memikirkan Gelar
Martin mengalami cedera saat crash dalam perebutan kemenangan dengan Marc Marquez di Sprint MotoGP Australia di Phillip Island.
Kemenangan Marquez membuat Martin tertinggal 10 poin di klasemen. Namun, pembatalan balapan utama pada Minggu membuat selisih tersebut tidak bertambah, dengan 4 seri masih tersisa dalam kalender.
Meski peluang juara masih terbuka, Martin belum ingin terlalu jauh memikirkan klasemen. Prioritasnya adalah mencoba motor dan mengetahui apakah ia masih mampu tampil kompetitif.
Jika kecepatannya masih memungkinkan untuk bersaing, ia merasa tetap berada dalam perebutan gelar. Malaysia dan Qatar masih menjadi tanda tanya bagi kondisi fisiknya, sementara Portimao menjadi seri tempat ia berharap bisa kembali berkendara secara normal.
Bantah Terlalu Memaksakan Motor di Phillip Island
Martin juga menanggapi penilaian Marquez bahwa ia terlalu memaksakan motor sebelum terjatuh dalam Sprint Australia.
Menurut Martin, motornya sudah terasa banyak bergoyang sejak lap pemanasan. Ia berusaha menyesuaikan cara berkendara dengan kondisi tersebut sambil menikmati duel memperebutkan kemenangan.
Martin tetap mengakui adanya kesalahan karena posisinya sedikit lebih ke kiri sebelum terjatuh. Namun, ia tidak sepakat bahwa kecelakaan itu terjadi karena dirinya berkendara terlalu jauh melewati batas.
“Saya tidak merasa terlalu memaksakan motor,” tegasnya.
Foto: MB Media via Getty Images









